Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Sandiaga Uno Ketum PAN? Pengamat: Tergantung Amien Rais

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 16:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tokoh bangsa Sandiaga Salahuddin Uno tidak benar menjauh dari politik praktis pasca kalah di Pilpres 2019.

Mantan calon wakil presiden itu mengatakan, dia masih butuh rehat dua bulan kedepan dari dunia politik praktis. Artinya, bukan stop dari perpolitikan nasional.

Apakah mantan wakil ketua umum Partai Gerindra itu akan bergabung dengan partai politik sesudah istirahat, bisa saja terjadi.


Sandi sendiri mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada tiga parpol yang mengajakanya gabung, yaitu PAN, PKB dan mantan partainya Gerindra.

Informasi yang beredar, PAN sedang membidik pengusaha sukses itu untuk bergabung. Tidak tanggung-tanggung, Sandi diproyeksikan menjadi ketua umum pada Kongres PAN tahun depan.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin mengatakan, Sandi berpeluang menjadi ketum PAN. Sandi diketahui dekat dengan elite PAN seperti Amien Rais termasuk dengan pimpinan ormas Muhammadiyah.

"Bisa saja, tapi tergantung Amien Rais dan pengurus PAN. Faktor Amien menjadi penting," ujar Ujang saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (22/8).

Jelas Ujang, langkah Sandi menjadi orang nomor satu di PAN bakal mulus kalau didukung oleh ketum sekarang Zulkifli Hasan.

"Tapi kalau Zulkifli masih berminat atau dia ingin mencalonkan orang dari kubunya, saya kira akan ada dinamika," terangnya.

Disebutkan sebelumnya, Sandi memiliki modal sosial yang mumpuni menjadi ketum parpol termasuk kembali berkompetisi pada Pilpres 2024.

Suami Nur Asia itu punya investasi politik mumpuni. Sandi memiliki nama besar, kekuatan finansial, berpendidikan tinggi, plus wajah tampan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya