Berita

Zakir Naik/Net

Dunia

Zakir Naik Minta Maaf Atas Pernyataan Rasisme Soal China

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 10:47 WIB

Zakir Naik mengatakan tidak berniat membuat marah komunitas mana pun. Pernyataan itu disampaikan seteleh menjalani pemeriksaan kepolisian Malaysia. Buntut dari kalimat rasis yang menyebut warga China di Malaysia harus dipulangkan kembali ke negaranya.

Sebelumnya, Zakir Naik tidak terima atas perlakuan Pemerintah Malaysia yang menginginkan dia kembali ke negaranya, India. Bukan hanya pemerintah, sebagian masyarakat Malaysia juga menginginkan Zakir Naik untuk pulang ke negara asalnya.

Zakir Naik telah meminta maaf karena membuat pernyataan rasial yang sensitif di Malaysia, sehari setelah diinterogasi oleh polisi selama berjam-jam.


Zakir Naik mendapat kecaman atas komentar yang mengadu minoritas etnis dan agama Malaysia dengan mayoritas Muslim Melayu.

“Bukan niat saya untuk membuat marah komunitas maupun individu. saya menyampaikan permintaan maaf saya yang tulus atas kesalahpahaman ini,” ungkap Zakir Naik Dilansir dari Aljazeera, Zakir Naik, Selasa (20/08)

Beberapa kabinet menteri Malaysia secara terbuka menyebut bahwa Zakir Naik akan segera dikeluarkan dari negara itu. Diketahui, saat ia memiliki tempat tinggal permanen di Malaysia dan telah menetap selama tiga tahun.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad  mengatakan, Zakir Naik telah melewati batas. Mahathir mengatakan seharusnya Zakir cukup menjadi seorang penceramah dan tidak menyentuk hal yang bersifat politi.

“Zakir Naik dapat berceramah, tetapi ia tidak boleh berbicara mengenai pengiriman orang China kembali ke China, orang India kembali ke India. Bagi saya itu adalah suatu langkah politik,” ungkap Mahathir dilansir dari Bernama.

Ras dan agama merupakan masalah yang sensitif di Malaysia, yang mana muslim terbentuk sekitar 60 persen dari 32 juta penduduknya. Sisanya kebanyakan etnis China dan India, yang sebagian besar adalah Hindu.
 Laporan : Ahda Sabila

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya