Berita

Foto: Istimewa

Politik

Selama Nasionalisme Hanya Slogan Dan Romantika…

SABTU, 17 AGUSTUS 2019 | 11:43 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Ini renungan di Hari Kemerdekaan. Ekonom senior Rizal Ramli mengupload foto sebuah lukisan yang tergantung di salah satu dinding ruang kerja di kediamannya di Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan.

Lukisan karya Yayak Kencrit, tulis Rizal Ramli di akun Twitter miliknya, Sabtu (17/8).  

Lukisan itu menggambarkan sebuah ironi.


“Anak ndak punya baju, ketika kain merah putih berlimpah,” kata Rizal Ramli.

“Selama nasionalisme Indonesia hanya sekadar slogan dan romantika, jangan harap anak-anak kita makmur dan sejahtera,” sambungnya.

Foto yang diunggah Rizal Ramli itu dapat dikatakan, adalah pesan yang disampaikannya di Hari Kemerdekaan.

Dalam berbagai orasi yang disampaikannya di banyak kesempatan, Rizal selalu mengingatkan bahwa Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah sepatutnya menjadi salah satu negara terpandang yang dapat mensejahterakan rakyat.

Bukan menjadi negara yang mengabdi kepada kepentingan bangsa asing, seperti di jaman penjajahan dulu.

Situasi seperti ini yang membuat Rizal Ramli selalu mengatakan dirinya belum bisa merasa tenang.

Salah satu twit Rizal Ramli sebelum mengunggah foto lukisan itu adalah jawaban atas pertanyaan Ketua DPR RI Marzuki Alie.

Marzuki Alie bertanya kepada Rizal  Ramli, kapan dirinya (Rizal Ramli) punya pendamping (istri) lagi agar lebih adem.

Menjawab Marzuki Alie, sambil menyertakan emotikon tersenyum, Rizal Ramli mengatakan, “Pak Marzuki bisa saja. Hati mah adem pol, pikiran yang gregetan karena harusnya Indonesia bisa jauh lebih bak. Selamat Hari Raya Kemerdekaan.”

Foto lukisan Yayak Kencrit lain yang diuplad Rizal Ramli hari ini adalah sebuah lukisan yang menggambarkan seorang wanita membungkus tubuhnya dengan bendera merah putih. Hanya terlihat kedua kaki hingga paha dan rambut hitamnya yang terurai.

“Lukisan Yayak Kencrit di ruang kerja. Ibu Pertiwi malu dan sedih bersembunyi dibungkus merah putih. Negara kaya! Kok 74 tahun merdeka, mayoritas masih jauh dari sejahtera,” tulis Rizal Ramli.

Rizal Ramli mengkoleksi beberapa lukisan karya Yayak Kencrit, seorang kawannya sesama aktivis di era 1970an. Yayak Kencrit adalah alumni Fakultas Seni Rupa dan Disain (FSRD) ITB tahun 1977.

Dia menjadikan lukisan sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial dan politik.

Di era Orde Baru, Yayak Kencrit dicari-cari aparat keamanan karena kerap mengkritik dan dianggap mendiskreditkan pemerintah.

Tahun 1987 ia mendirikan Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia atau Yayasan Samin. Di tahun 1992, ia melarikan diri ke Jerman dan menggelar pameran di sejumlah negara Eropa. Tahun 2005 Yayak Kencrit kembali ke Indonesia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya