Berita

Ketua Umum Nasdem Surya Paloh/Net

Politik

Surya Paloh: Jaksa Agung Dari Profesional, Bisa Saja Lebih Bobrok

JUMAT, 16 AGUSTUS 2019 | 19:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengaku tidak masalah apabila nantinya Presiden Joko Widodo memilih Jaksa Agung dari kalangan profesional.

"Tidak apa-apa. Memang apa yang salah?" katanya saat ditemui usai menghadiri pidato kenegaraan di Gedung MPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Pernyataan Surya tersebut seakan bertolak belakang dengan sikap elite Nasdem yang sebelumnya terlihat ngebet meminta kembali jatah Jaksa Agung.


"Partai Nasdem memberikan kepercayaan sepenuhnya dan kebijakan yang diambil Presiden Jokowi, Presiden mau apa? Mau Jaksa Agung dari sipil? Dari internal? Dari eksternal? Atau dari apa saja silakan," ujar Surya.

Surya mengatakan, masyarakat jangan terjebak pada dikotomi yang sempit dalam pemahaman arti profesional itu. Menurutnya seorang kader partai juga bisa dikategorikan profesional.

"Profesional itu universal sifatnya, di mana-mana. Ada di parpol, ada di akademisi, ada di alim ulama, ada di  wiraswata, itu bisa disebut profesional," jawabnya.

"Apakah dengan mengambil dari situ (profesional) penegakan di Kejaksaan Agung lebih baik? belum tentu. Siapa bilang akan lebih baik? Kan belum tentu. Bisa saja lebih bobrok kan?" pungkas Surya menambahkan.

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Teuku Taufiqulhadi dalam suatu kesempatan menyebutkan, posisi Jaksa Agung merupakan jabatan strategis, sehingga partainya juga tetap meliriknya pada pemerintah kedua Jokowi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya