Berita

Dunia

Bandara Baru Istanbul Salah Tempat, Bisa Bahaya

JUMAT, 16 AGUSTUS 2019 | 08:04 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Ibukota Turki, Istanbul, punya bandara baru. Terketak di dekat Laut Hitam, bandara baru yang mulai dibangun tahun 2013 lalu itu secara resmi diberi nama Bandara Istanbul.

Bandara Istanbul dibangun karena Bandara Ataturk sudah terlalu sibuk dan daya tampungnya sudah mencapai titik optimal. Bandara yang menggunakan nama pendiri Turki modern, Kamal Ataturk, ini tercatat sebagai salah satu bandara tersibuk di seantero Eropa.

Sebagian beban Bandara Ataturk sebenarnya telah dipindahkan ke Bandara Sabiha Gocken yang berada di sisi Asia. Kedua bandara itu, Bandara Ataturk dan Bandara Sabiha Gocken, dapat menampung lebih kurang 100 juta penumpang dalam setahun.


Dengan bandara baru di Istanbul, diperkirakan ketiga bandara dapat menampung sampai 250 juta penumpang dalam setahun.

Ground breaking dan peletakan batu pertama pembangunan Bandara Istanbul dilakukan pada tanggal 7 Juni 2014. Namun pembangunan sesungguhnya baru dimulai setahun kemudian setelah urusan pembebasan lebih dari 7.500 hektar lahannya selesai dilakukan.

Peresmian Bandara Istanbul dilakukan pada 29 Oktober 2018 bersamaan dengan perayaan 95 tahun proklamasi kemerdekaan Turki. Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK2124  menjadi pesawat pertama yang tinggal landas dari bandara itu dua hari setelah peresmian.

Sejak awal proyek diumumkan kalangan ekologis di Turki sudah memberikan perhatian pada lahan bekas tambang yang digunakan sebagai lokasi pembangunan, juga pada titik kordinat bandara yang dianggap bisa membahayakan penerbangan.

Pakar lingkungan Dogan Kantarci, misalnya, kepada harian Cumhuriyet mengatakan, konstruksi bandara tidak memenuhi standar internasional.

Sifat lahan timbunan bekas tambang sangat tidak stabil dan ini membuat kontruksi bangunan menjadi lemah, baik di bangunan terminal maupun di runway.

Selain itu, runway dibangun tanpa pertimbangan arah yang berkesesuaian dengan sifat angin di kawasan itu.

Angin permukaan yang bertiup dari baratlaut dan timurlaut kerap menciptakan semacam pusaran angin di sisi pebukitan di sekitar bandara. Pusaran angin itu bisa berubah menjadi puting beliung.

“Kesimpulannya, lokasi bandara ketiga di Istanbul ini salah. Datarannya tidak memadai. Kesalahannya sampai pada skala yang tidak bisa ditangani insinyur yang terlibat dalam pembangunan,” ujarnya.

“Karena itu, menggunakan bandara ini secara intensif untuk penerbangan internasional dan domestik dapat menciptakan sejumlah bahaya,” kata dia lagi.

Di sisi lain, Kantarci mengatakan, bandara ini dapat digunakan untuk pesawat-pesawat militer yang lebih ringan.

“Atau jadi bandara hantu (karena harus dikosongkan),” demikian Kantarci.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya