Berita

Abdul Kadir Karding/RMOL

Politik

Jika Direstui Istana, Karding Berpeluang Tumbangkan Cak Imin Di Forum Muktamar

SENIN, 12 AGUSTUS 2019 | 18:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kekuasaan dalam hal ini kepala negara masih dominan sebagai penentu keterpilihan sosok ketua umum pada partai politik di tanah air.

Tidak terkecuali Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PKB akan menggelar Muktamar di Bali pada 20-22 Agustus 2019 untuk memilih ketua umum periode 2019-2024.

Hingga saat ini, baru petahana Muhaimin Iskandar yang digadang-gadang sebagai calon kuat ketum. Cak Imin sapaan akrab wakil ketua MPR itu disebut-sebut akan kembali terpilih aklamasi.


Adapun mantan Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding sudah mulai meredup. Awalnya, seperti informasi yang beredar, Karding dan kolega sempat membuat gerakan-gerakan untuk bersaing di forum Muktamar melawan Cak Imin.

Sayang, Cak Imin mencium gerakan konsolidasi Karding dkk tersebut, dan membuat Karding dicopot dari jabatan sekjen.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, kalau Karding dkk dapat restu dari Istana seperti isu yang beredar, mereka berpeluang mengalahkan Cak Imin yang membangun oligarki di tubuh PKB.

"Rumusnya itu, dapat restu RI 1," ucap Ujang saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Senin (12/8).

Masalahnya, lanjut dia, hubungan Cak Imin dengan Presiden Joko Widodo terlihat baik-baik saja. Apalagi, Cak Imin terbukti bisa menaikkan suara PKB dan memenangkan Jokowi-Maruf pada Pemilu 2019.

"Saya kira ketumnya tetap Cak Imin, kecuali itu tadi, Karding dapat restu dari RI 1," demikian Ujang.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya