Berita

Ilustrasi aksi HAM/Net

Politik

Banyak Kasus HAM Belum Tuntas, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab Diinjak

SABTU, 10 AGUSTUS 2019 | 00:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dalam politik, tak ada istilah mengalir seperti air. Perubahan tak akan mengalir jika tak ada yang menggerakan, seperti halnya Pilpres yang sejatinya menjadi momentum penting bangsa dalam memperbaiki demokrasi.

Demikian yang disampaikan Peneliti MAARIF Institute For Culture And Humanity, David Krisna Alka dalam acara diskusi publik yang diselenggarakann Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) di kantornya Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta.

"Generasi politik hari ini mestinya berani keluar dari kurungan yang lembab dan gelap, berani bersuara dan bergerak mengubah sistem kaderisai parpol yang lumut dan berkarat," ungkapnya, Jumat (9/8).


Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah ini juga mengatakan, elite politik lama masih banyak yang bercokol dalam politik hari ini. Hal itu dinilai bukan menjadi hal yang baik.

"Demokrasi tidak menjamin orang baik yang terpilih. Bahkan di antara mereka ada yang meninggalkan jejak hitam pelanggaran HAM," ucapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, David menilai sampai kini belum ada gerakan politik dari generasi hari ini yang dianggap berpengaruh pada perubahan politik nasional, termasuk kemajuan demokrasi dan HAM di negeri ini.

"Jadi apa yang salah dengan demokrasi hari ini? Polusi demokrasi kita malah bikin udara kemanusiaan menjadi pengap dan menyesakan," tanya David.

Hingga kini, diakui bahwa kasus-kasus pelanggaran HAM yang melibatkan elite masih banyak yang belum tuntas. Hal ini tentu dianggap sebagai pengingkaran sila kedua Pancasila.

"Apa yang dicari di dalam demokrasi jika pelaku demokrasi bermain menghalalkan segala cara? kemanusiaan yang adil
dan beradab diinjak," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya