Berita

1MDB/Net

Dunia

Malaysia Tuntut 17 Karyawan Goldman Sachs Atas Skandal 1MDB

JUMAT, 09 AGUSTUS 2019 | 22:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Malaysia mengajukan tuntutan pidana terhadap 17 direktur saat ini dan mantan direktur di tiga anak perusahaan Goldman Sachs atas peran mereka dalam dugaan penggeledahan dana investasi negara 1MDB bernilai miliaran dolar.

Jaksa penuntut dari Malaysia dan Amerika Serikat menuduh bahwa penjualan obligasi yang diselenggarakan oleh Goldman Sachs untuk 1MDB memberikan salah satu cara bagi rekanan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk mencuri miliaran dolar AS selama beberapa tahun dari dana yang seolah-olah dibuat untuk mempercepat pembangunan ekonomi Malaysia.

Jaksa Agung Tommy Thomas mengatakan pada hari Jumat (9/8) bahwa 17 orang yang dituntut dalam pengajuan terbaru didakwa berdasarkan Undang-undang Pasar Modal dan Jasa Malaysia karena berkomplot untuk melakukan penipuan yang signifikan.


"Hukuman penahanan dan denda pidana akan diadili terhadap tertuduh, mengingat kerasnya skema penipuan dan penyelewengan milyaran uang hasil obligasi," kata Thomas dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Channel News Asia.

Sebelumnya, pada bulan Desember lalu, Malaysia juga telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Goldman Sachs dan dua mantan eksekutifnya karena melanggar undang-undang sekuritas termasuk membuat pernyataan yang menyesatkan kepada investor.

Najib diketahui mendirikan 1MDB ketika sia menjabat pada tahun 2009. Namun dia mengakumulasi miliaran utang dan penyelidik Amerika Serikat menuduh setidaknya 4,5 miliar dolar AS telah dicuri dari dana tersebut dan dicuci oleh rekanan Najib.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya