Berita

Presiden Jokowi dan Surya Paloh/Net

Politik

Jokowi Tidak Mungkin Tinggalkan SP, PDIP Vs Nasdem Diprediksi Akan Terus Perang Dingin

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 13:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Perang pengaruh antara PDIP dengan Partai Nasdem terjadi jelang pembentukan kabinet jilid II Presiden Joko Widodo.

Pengamat poolitik dari Universitas Al-Azhar Jakarta, Ujang Komarudin mengatakan, dalam koalisi Jokowi memang tercermin persaingan dan pengaruh sesama internal partai koalisi.

Menurutnya, perang pengaruh PDIP vs Nasdem terjadi karena Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (SP) terlihat lebih dominan dan dekat dengan Jokowi.  Bisa saja karena SP menjadi salah satu penyandang dana Jokowi, dan Nasdem sangat loyal ke Jokowi.


"SP, Nasdem dan jaringan medianya bekerja untuk Jokowi. Karena SP punya investasi politik pada Jokowi, tak aneh jika Jaksa Agung diberikan ke kader Nasdem," sebut Ujang kepada Kantor Berita RMOL, Senin (5/8).

Lalu, PDIP sebagai pemenang pemilu tentu tidak ingin kehilangan pengaruh di internal koalisi, apalagi Jokowi adalah kader PDIP. Dan yang repot itu ketika Jokowi dibajak Nasdem.

Demun demikian, jelas Ujang, meski ada perang pengaruh PDIP vs Nasdem, Jokowi diyakini tidak akan meninggalkan SP dan partainya.

"Nasdem tak akan ditinggalkan. Yang terjadi nantinya perang dingin saja antar sesama internal partai koalisi Jokowi. Terjadi power interplay atau tarik-menarik kepentingan antara Jokowi dan partai-partai koalisinya," imbuhnya.

Alasan Nasdem tidak akan ditinggalkan, buktinya ketum partai koalisi (Golkar, PKB, PPP), pernah menghadap SP.

"Jadi PDIP dengan kekuatannya sendiri dan Nasdem pun dengan kekuatannya sendiri sedang mencari pengaruh di sesama internal koalisi Jokowi," demikian Ujang.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya