Berita

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi/Net

Politik

YLKI: Pemadaman Listrik Bisa Bikin Investor Kabur

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 08:57 WIB | LAPORAN:

Pemadaman listrik secara berkala membuat masyarakat resah lantaran sejumlah aktifitas lumpuh total. Yang terparah, adalah lumpuhnya moda transportasi berbasis listrik.

Berkaca dari ini, pemerintah dinilai harus berbenah dengan membangun alternatif lain guna menjamin jalannya seluruh infrastruktur ketika listrik PLN mati.

Demikian yang disampaikan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, pemadaman yang dilakukan Minggu kemarin bisa jadi karena infrastruktur pembangkit PT PLN belum andal.


"Oleh karena itu, program pemerintah seharusnya bukan hanya menambah kapasitas pembangkit PLN, tetapi juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PT PLN dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk, gardu distribusi, dan lainnya," kata Tulus saat dikonfirmasi, Senin (5/8).

Ia mengatakan, pemadaman bukan hanya merugikan konsumen residensial semata, melainkan sektor pelaku usaha karena roda perekonomian tidak berjalan seperti sedia kala. Bahkan imbas pemadaman ini tak sedikit pelaku usaha yang menambah biaya.

Pemadaman ini juga akan menjadi perhatian khusus para investor jika kendala listrik masih menjadi masalah serius.

"Dan hal ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta, bahkan Indonesia. Kalau di Jakarta saja seperti ini, bagaimana di luar Jakarta, dan atau di luar Pulau Jawa?" tambahnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta managemen PT PLN untuk menjelaskan pada publik apa penyebab gangguan listrik serta pemberian kompensasi.

"YLKI meminta PT PLN memberikan kompensasi pada konsumen, bukan hanya berdasar regulasi teknis yang ada, tetapi berdasar kerugian riil yang dialami konsumen akibat pemadaman ini," tutupnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya