Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Rugi Jika Memilih Bersebrangan Dengan Ulama

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 02:32 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kedekatan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan para ulama tidak perlu diragukan. Pada pilpres lalu, ulama 212 bahkan mengeluarkan ijtima untuk mendukung mantan Danjen Kopassus itu.

Untuk itu, Prabowo harus berhati-hati dalam mengambil sikap politik. Salah-salah, dia bisa ditinggalkan oleh kelompok ulama.

Begitu kata pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun. Kepada Prabowo, dia mengingatkan bahwa ulama memiliki peran dalam sejarah di Indonesia. Sehingga, para politisi tidak boleh mengesampingkan ulama dalam berpolitik.


"Dalam fakta sosiologis, ulama punya peran dalam sejarah Indonesia. Tidak boleh politisi mengesampingkan peran ulama," ujarnya kepada Kantor Berita RMOL, Minggu (4/8).

Menurut Ubed, Presiden Joko Widodo telah mengesampingkan peran ulama dalam mengelola pemerintahan. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya isu berbau suku, agama, aas dan antargolongan (SARA) yang muncul di Indonesia.

"Kegagalan rezim sekarang karena tidak mampu mengelola perbedaan dan entitas agama. Itu yang menimbulkan SARA dan lain-lain," paparnya.

Singkatnya, Ubed mengingatkan Prabowo untuk berhati-hati merapatkan barisan Gerindra ke koalisi pemerintah. Sebab, dia bepotensi mengalami kerugian besar jika keputusan itu berseberangan dengan sikap ulama yang mendukungnya.

"Saya kira pada titik tertentu Prabowo akan mengalami kerugian, saya sebut erosi elektoral ya di Gerindra atau Prabowo. Karena ketika Prabowo memilih jalan yang berseberangan itu, bertentangan dengan fakta sosiologis," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya