Berita

Prabowo Subianto bertemu Rachmawati Soekarnoputri di kediaman Rachma di Jalan Jatipadang Raya, Jakarta Selatan./RMOL

Politik

Ristiyanto: Empat Tokoh Bangsa Ini Tidak Sekadar Bicara Rekonsiliasi Dan Koalisi

MINGGU, 04 AGUSTUS 2019 | 20:50 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Sudah sepatutnya tokoh-tokoh bangsa  memikirkan persoalan yang lebih besar dari sekadar urusan membagi-bagi kursi kekuasaan.

Dengan demikian, adalah wajar apabila tokoh-tokoh seperti Megawati Soekarnoputri, Joko Widodo, Prabowo Subianto dan Rachmawati Soekarnoputri menggelar pertemuan dan melakukan pembicaraan yang lebih signifikan dan fundamental.

Demikian antara lain dikatakan Ketua Bidang Ideologi Partai Gerindra, Ristiyanto, dalam perbincangan dengan redaksi.


Dia mengatakan, pertemuan dan perbincangan secara terpisah yang melibatkan keempat tokoh itu adalah sinyal bahwa agenda utama paska Pilpres 2019 adalah menyelamatkan kepentingan bangsa.

Prabowo telah bertemu secara terpisah dengan Joko Widodo yang dinyatakan keluar sebagai pemenang Pilpres 2019, juga telah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang merupakan pengusung utama Jokowi.

Selain itu, pekan lalu Prabowo Subianto juga telah bertemu dengan Rachmawati Soekarnoputri. Walaupun dalam struktur organisasi Partai Gerindra, Rachmawati adalah wakil Prabowo, tetapi rasanya Prabowo menyadari kadar kenegarawanan dan konsistensi Rachma memperjuangkan kepentingan nasional.

Menurut Ristiyanto, pembicaraan yang dilakukan Prabowo dengan Jokowi, Mega dan Rachma secara terpisah itu membahas persoalan mendasar yang menyebabkan Indonesia kini terjebak pada liberalisme yang mengorbankan semua sendi kehidupan berbangsa, mulai dari sendi kehidupan sosial dan politik, hingga ekonomi dan pertahanan keamanan.

“Saya kira mereka berempat sama menyadari bahwa arah perjalanan bangsa dan negara ini sedikit banyak melenceng dari apa yang dicita-citakan Founding Fathers setelah UUD 1945 diamandemen,” ujar Ristiyanto.

Dia yakin, apabila pembicaraan di antara tokoh-tokoh bangsa itu tidak sekadar menyusun formasi kabinet, melainkan menyentuh persoalan paling fundamental, upaya membangun Indonesia menjadi negara terpandang di kawasan dan dunia bisa lebih mudah dilakukan.

“Seperti kata orang-orang tua kita dulu, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Semoga jalan persatuan yang kita pilih memang untuk kemaslahatan seluruh bangsa,” demikian Ristiyanto.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya