Berita

Arwani Thomafi/RMOL

Politik

KPK Ciduk Dirkeu Angkasa Pura II, Arwani Thomafi Minta Rini Soemarno Serius Benahi BUMN

JUMAT, 02 AGUSTUS 2019 | 17:35 WIB | LAPORAN:

  Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbenah diri mengingat beberapa isu melekat pada beberapa perusahaan anak buah BUMN. Terbaru, direktur keuangan Angkasa Pura II terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Arwani memberi perhatian khusus terhadap kasus dugaan korupsi yang menjerat Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II Andra Y Agussalam.

“Jadikan pelajaran kasus OTT kemarin itu,” ungkapnya kepada Kantor Berita RMOL usai menjadi narasumber dalam Diskusi Empat Pilar MPR, di Komplek Senayan, Jakarta, Jumat (2/8).


Dengan ini, BUMN diminta untuk bisa membenahi diri, terlebih Arwani menilai banyak kabar miring terhadap BUMN yang seharusnya bisa diantisipasi dengan memberikan prestasi yang cemerlang.

“Prinsipnya harus lebih baik lagi kedepan, praktik semacam ini saya dengar memang banyak, saya dengar kabar-kabar burung itukan marak, itu jangan samai kabar burung itu benar harus bisa menepis itu,” tegasnya.

Arwani menambahkkan, jika BUMN tidak segera memperbaiki diri maka kepercayaan terhadap BUMN akan merosot, terlebih dengan beberapa adanya isu dan kasus lainnya seperti rekayasa laporan keuangan PT Garuda, dan perkembangan PT Krakatau Steel yang belum menghasilkan pendapatan untuk negara secara positif.

“Ya nanti tingkat kepercayaan terhadap BUMN kita makin turun, ini jangan sampai kita harus meningkatkan kepercayaan masyarakat ke BUMN,” paparnya.

Ia juga menekankan, Menteri BUMN Rini Soemarno seharusnya bisa melakukan perubahan. “Tinggal bagaimana ya, upaya melakukan perubahan yang harus dilakukan teman-teman BUMN sendiri,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya