Berita

Advokat FAMI/Istimewa

Bisnis

Diduga Bersekongkol Bikin Tarif Pesawat Mahal, Garuda Dan Lion Dilaporkan Ke KPPU

KAMIS, 01 AGUSTUS 2019 | 18:18 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

Lima maskapai penerbangan, Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Citilink dan Batik Air yang tergabung dalam Garuda Indonesia Grup dan Lion Air Grup dilaporkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena diduga bersekongkol dalam menentukan tarif pesawat mahal.

Pelapor adalah ratusan advokat yang tergabung dalam Forum Advokat Muda Indonesia (FAMI) yang menuding mahalnya tiket pesawat saat ini sudah di luar batas kewajaran.

Ketua Umum FAMI, Zenuri Makhrodji, mengatakan, harga tiket pesawat yang mehal membuat banyak masyarakat mengeluh, bahkan, kata Zenuri, tidak hanya masyarakat, perusahaan-perusahaan juga merasa dirugikan atas tidak wajarnya harga tiket penerbangan.


"Tidak hanya itu kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga merasa terbebani atas naiknya tiket pesawat," katanya dalam keterangann persnya, Kamis (1/8).

Salah seorang Anggota FAMI, Saiful Anam, menambahkan, laporan yang mereka kirimkan ke KPPU adalah wujud dari pengabdian kepada masyarakat.

Situasi yang berkembang terkait harga tiket pesawat, menurutnya sangat aneh. Meskipun sudah dikeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan 20/2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Layanan Kelas Ekonomi dan Keputusan Menteri Perhubungan 72/2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, pada kenyataannya maskapai tidak menaati bahkan membangkang terhadap kebijakan tersebut.

“Masih banyak tiket pesawat yang mahal melebihi batas atas yang telah ditentukan oleh pemerintah,” kata Anam.

Masih menurut Anam, problem mendasar mengapa harga tiket pesawat mahal adalah monopoli jasa penerbangan oleh kedua operator besar, Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya