Berita

Sandiaga Uno/RMOL

Politik

Sandi: Terlalu Prematur Bicara 2024, Janji Debat Capres Saja Belum Jalan

RABU, 31 JULI 2019 | 00:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pembahasan peta politik Pemilihan Presiden 2024 dinilai terlalu jauh lantaran Pilpres 2019 baru saja selesai. Hal itu dikatakan mantan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno.

Menurutnya, rakyat Indonesia saat ini lebih tertarik membahas permasalahan kesejahteraan dibandingkan dengan manuver elite politik.

"Menurut saya ini prematur sekali dan pasti menarik untuk para pengamat atau para politisi. Tapi bagi rakyat kebanyakan, tentunya mereka juga akan melihat (nasib) bulan-bulan ke depan, ekonomi bagaimana? Apakah semakin lebih baik?" ucap Sandi di acara diskusi di ILC, Selasa malam (30/7).


Bahkan kata Sandi, masyarakat malah akan kecewa kepada para elite jika tidak ada perubahan setelah Pilpres 2019. Hal itu berkenaan dengan janji soal perbaikan ekonomi yang disampaikan dalam debat kandidat Capres dan Cawapres beberapa waktu lalu.

"Saya memiliki data yang menunjukkan sekitar 60 persen dari masyarakat itu menunggu perbaikan ekonomi yang dijanjikan pada debat-debat kemarin. Dan 6 bulan dari 17 April, yaitu sekitar 17 Oktober kalau belum ada perubahan yang dirasakan oleh mereka, ini akan menimbulkan kekecewaan," jelasnya.

Dengan demikian, Sandi mengajak kepada para elite agar tidak terjebak pada siklus politik 5 tahunan yang belum berjalan dan lebih mengedepankan persoalan ekonomi yang saat ini ada di depan mata.

"Yang 2019 saja belum membentuk kabinet, belum dilantik, udah ngomong 2024. Akhirnya kita lupa dengan apa yang sebetulnya kita hadapi di 2019, 2020, 2021 agenda-agenda besar yang kemarin kita perdebatkan," lanjut Sandi.

"Bagaimana perjuangan mengadu gagasan, tiba-tiba sekarang bulan Juli, belum sampai bulan Oktober udah ngomong 2024?" tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya