Berita

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo/Net

Hukum

Tim Siber Polri Dalami Informasi Penjualan NIK Dan Nomor KK

SENIN, 29 JULI 2019 | 13:43 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polisi sudah mengetahui informasi penjualan Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga (KK) yang viral di media sosial.

Polisi dalam hal ini jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri selanjutnya akan mendalami informasi tersebut dan menggali apakah ada unsur pidana.

Demikian disampaikan oleh Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (29/7).


"Kalau misalnya diketemukan ada unsur perbuatan melawan hukum, kami harus betul-betul mengidentifikasi siapa pemilik akun yang sebenarnya," kata Dedi.

Selanjutnya, jika telah menemukan pelaku yang melakukan ilegal akses dengan memperjualbelikan NIK dan nomor KK itu, Dittipidsiber Bareskrim akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.

Hingga saat ini, tambah Dedi, polisi belum menemukan adanya laporan dari masyarakat terkait informasi penjualan NIK dan nomor KK tersebut. Kendati demikian, tim secara proaktif melakukan kegiatan patroli siber dalam rangka menganalisa akun mana saja yang menyebarkan informasi penjualan NIK dan nomor KK tersebut.

Salah seorang warganet atas nama Hendra Hendrawan melalui akun Twitternya @hendralm mengaku heran karena NIK di KTP-el dan data KK bebas diperjualbelikan di medsos.

Bahkan, Hendra menceritakan awalnya ada seorang rekannya ditipu anggota yang bergabung dalam sebuah grup Facebook. Ternyata dalam grup itu ditemukan banyak jual beli KTP dan KK.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya