Berita

Novel Baswedan/Net

Politik

Aspirasinya Dapat Dimengerti, Kasus Novel Baswedan Tak Perlu Diinternasionalisasi

SABTU, 27 JULI 2019 | 11:33 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Keinginan sementara kalangan menginternasionalisasi kasus penyerangan Novel Baswedan dapat dipahami, walaupun sebetulnya tidak perlu.

Toh pemerintah, terutama dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia, tengah bekerja keras untuk mengungkap kasus yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu yang membuat mata sebelah kirinya rusak.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan mengajak semua pihak menunggu Tim Teknis yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Idam Azis bekerja mengungkap kasus penganiayaan ini.


Saat ini Polri sudah menunjuk 50 personel terbaik   untuk memperkuat Tim Teknis itu. Termasuk dari Detasemen Khusus Anti Teror atau Densus 88.

"Kita percaya tim ini akan bekerja keras siang malam. Kami ajak masyarakat memberi support kepada Polri. Kami juga mengajak seluruh rakyat Indonesia mendoakan agar Polri bisa mengungkap kasus yang mendapat sorotan publik ini," kata Edi Hasibuan dalam perbincangan.

Mantan anggota Kompolnas ini menambahkan, pihaknya optimis  kasus ini akan terungkap. Apalagi di dalam Apalagi kapolri sudah membentuk tim tehknis yang diketuai Kabareskrim dgn personil terbaik polri yg  sesuai bidangnya termasuk dari Detasemen 88 Anti Teror Polri.

Menurut doktor ilmu hukum ini, kasus penyerangan Novel Baswedan tidak perlu dibawa ke level internasional, termasuk dibawa ke Kongres Amerika Serikat.

Dia yakin, kasus Novel adalah murni kasus hukum di dalam negeri.

Namun demikian, dia juga sangat memahami aspirasi masyarakat yang ingin kasus ini cepat diungkap.

"Kami berkeyakinan, Polri terus kerja keras dan tidak mengenal lelah serta tidak pernah diam.  Presiden juga kami lihat memberikan perhatian besar terhadap kasus ini. Ini bukti negara serius,”  demikian Edi Hasibuan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya