Berita

Sandiaga Uno (kiri) bersama Ketua TKN Jokowi-Maruf, Erick Thohir/RMOL

Politik

Konsistensi Sandiaga Uno Baik Untuk Demokrasi Indonesia

JUMAT, 26 JULI 2019 | 22:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Konsistensi mantan calon wakil presiden, Sandiaga Uno, untuk tetap di luar pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, diakui sebagai langkah politik yang strategis.

"Sandi konsisten. Perlu diapresiasi positif. Itu kan pendapat pribadinya sebagai tokoh nasional, bukan hanya sebagai pengusaha, dia mantan cawapres," ucap Director for Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad, kepada Kantor Berita RMOL, Jumat (26/7).

Nyarwi melanjutkan, pilihan Sandiaga untuk tetap menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi merupakan strategi politik yang positif untuk demokrasi di Indonesia.


"Pemilih membutuhkan konsistensi tokoh. Para elite politik harus konsisten dalam mengambil kebijakan politiknya atau tindakan-tindakan politiknya," kata Nyarwi.

Di mata Nyarwi, Sandi juga melihat peluang untuk tetap mempertahankan basis pendukungnya yang cukup besar di Pilpres 2019. Pada Pilpres itu, sebanyak 45 persen dari total pemilih mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Sandi juga membaca peluang, artinya ada peluang dari 45 persen pemilih yang tidak memilih Jokowi. Artinya, Sandi membaca itu potensi yang besar. Itu coba ditangkap oleh Sandi," tambahnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu memastikan diri tidak bergabung ke lingkaran pemerintah dan akan tetap menjadi oposisi bersama para pendukungnya.

Penegasan itu disampaikan Sandi dalam sebuah video yang tersebar di media sosial. "Memang kita dikalahkan. Tapi saya sampaikan secara terbuka, posisi sekarang yang bermartabat sangat terhormat adalah posisi sebagai seseorang yang di luar pemerintahan," tegasnya.

Sandi menekankan tidak bakal sedikitpun mengkhianati perjuangan pendukungnya, khususnya "kaum emak-emak".

"Buat saya, kalau mencari posisi jabatan, apalagi jabatan yang digosip-gosipkan itu (menteri), akan mengkhianati perjuangan ibu-ibu," jelasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Sinergi Polri-TNI-BIN Pilar Utama Jaga HUT RI Tetap Kondusif

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:04

Prabowo Diminta Alihkan Belanja Kurang Produktif ke Program Padat Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:00

Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:42

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar di Semester I-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:30

Mengenal Sejarah Dan Makna Hari Pramuka Nasional 14 Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:21

Menimbang Pilkada Asimetris

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:03

Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:45

Mendes Yandri Tagih Tindak Lanjut Bareskrim soal Isu Hoaks Warung Tutup

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40

Motor Listrik Pangkas Biaya Operasional Kurir Pos Indonesia hingga 67 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Janji Siapkan Motor Listrik dengan DP Nol dan Bunga Cicilan Rendah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:21

Selengkapnya