Berita

Megawati dan Prabowo/Net

Politik

Gerindra: Abu-Abu Makin Blingsatan Lihat Prabowo-Mega Ketemu

KAMIS, 25 JULI 2019 | 03:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendapat respon positif bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Pasalnya, pertemuan dapat semakin mendinginkan polarisasi politik pasca pilpres, setelah sebelumnya Prabowo juga menemui presiden terpilih Joko Widodo.

Namun demikian, tidak semua masyarakat menyambut pertemuan yang dikenal sebagai diplomasi nasi goreng itu. Disebut diplomasi nasi goreng karena mengacu pada makanan yang disajikan Mega ke Prabowo.


Wasekjen DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade bahkan menyebut kelompok abu-abu, bukan dari pendukung Jokowi maupun Prabowo, justru semakin nyinyir pasca pertemuan di Teuku Umar tesebut.

“Abu-abu semakin nyinyir dan blingsatan melihat pertemuan Pak Prabowo dan Bu Megawati,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Rabu (24/7).

Padahal, kata Andre, tujuan dari pertemuan itu mulia, yaitu membuat anak bangsa semaki guyun rukun. Namun kelompok abu-abu tidak memandang demikian.

“Bagi abu-abu ini membahayakan bagi nasib sang bangsawan yang butuh panggung untuk 2024,” tutup Andre yang tidak menjelaskan detail kelompok abu-abu yang dimaksud.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya