Berita

Maruf Amin/Net

Politik

Bargaining Tidak Kuat Seperti JK, Wajar Jokowi Tidak Libatkan Maruf Dalam Penentuan Menteri

RABU, 24 JULI 2019 | 10:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Presiden terpilih Maruf Amin yang tidak memiliki bargaining kuat menjadi alasan ketua umum MUI itu tidak dilibatkan dalam penggodokan dan penentuan menteri kabinet.

"Bargaining Kiai Maruf tidak kuat seperti Pak JK, apalagi sesudah pilpres," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada Kantor Berita RMOL, Rabu (24/7).

Sebelum jadi wapres era Presiden Jokowi, Jusuf Kalla sudah pernah jadi wapres, ketua umum Partai Golkar, dan seorang pengusaha yang memiliki finansial yang cukup.


Kata Ujang menambahkan, bargaining Maruf semakin tidak kuat karena status Jokowi adalah petahana, dan memang kita menganut sistem presidensial, penentuan menteri adalah hak prerogatif presiden.

"Jadi wajar Kiai Maruf tidak dilibatkan. Dia pasti legowo dan dia adalah orang bijaksana," ucapnya.

Ditambahkan Ujang, Maruf tidak akan dilibatkan dalam penentuan menteri di kabinet, tapi dia pasti diajak biacara.

"Kiai Maruf pada posisi wapres, tidak akan ikut cawe-cawe. Tidak ikut menentukan, tapi pasti diajak (membicarakan)," tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden terpilih Maruf Amin mengaku tidak memberikan masukan terkait nama menteri. Dia menyebut, masukan nama-nama menteri kabinet diberikan melalui partai politik koalisi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya