Berita

Pplitisi muda Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Net

Politik

Jokowi Dan PDIP Bisa Saja Ajak Demokrat, Tapi Tidak Untuk AHY

SELASA, 23 JULI 2019 | 17:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Naik turun dalam dunia politik adalah hal lumrah. Itulah yang dialami Partai Demokrat pada Pemilu 2019.

Setelah berkuasa 10 tahun (2004-2014), perolehan suara partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menurun. Pemilu 2014 (10,19 persen) lalu Pemilu 2019 (7,77 persen).

"Sekarang Partai Demokrat sedang mengalami penurunan, itu biasa dalam siklus politik," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (23/7).


Terakit peluang Demokrat bergabung dengan pemerintahan baru Joko Widodo, Ujang melihatnya terbuka. Sekarang, tergatung pada Demokrat, seberapa hebat dia meyakinkan Jokowi termasuk PDIP.

"Jokowi dan PDIP juga bisa saja mengajak Demokrat," ucap dia.

Hanya saja, lanjut Ujang, Jokowi dan PDIP akan mempertimbangkan jika Demokrat menyorongkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon menteri di Kabinet Kerja jilid II.

Alasannya, AHY sudah digadang-gadang akan bertarung di Pilpres 2024. Itu artinya, kalau AHY masuk kabinet, sama saja Jokowi dan PDIP memberikan karpet untuk putra sulung SBY itu bertarung di pilpres mendatang.

"Pilpres 2024 adalah pertarungan bebas, orang baru. Kalau AHY diberi karpet, itu akan merugikan PDIP yang berpeluang mengusung Puan Maharani," demikian Ujang.

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai, Jokowi lebih sreg kepada politisi Demokrat yang juga mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo di kursi kabinet 2019-2024 ketimbang AHY. Pasalnya, di kalangan tokoh parpol koalisi, Soekarwo lebih diterima dibanding Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat itu.

Selain alasan khawatir nama AHY menjulang, Soekarwo memiliki segudang pengalaman dan berjasa memenangkan Jokowi di Jawa Timur pada Pilpres 2019.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tiga ABK WNI Hilang dalam Ledakan Kapal UEA di Selat Hormuz

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:50

Kemenhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Oleh-oleh Haji

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:15

KPK Sempat Cari Suami Fadia Arafiq Saat OTT Kasus Korupsi Pemkab Pekalongan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:08

AWKI Ajak Pelajar Produksi Film Pendek Bertema Kebangsaan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:06

Sambut Nyepi, Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Bundaran HI

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:32

Sekjen PSI Jalankan Amanah Presiden Prabowo Benahi Tata Kelola Hutan

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:15

Balas Serangan Israel, Iran Bombardir Kilang Minyak Haifa

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:10

15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:05

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:01

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00

Selengkapnya