Berita

Hong Kong/Net

Dunia

Polisi Hong Kong Temukan Laboratorium Pembuat Bom Daya Ledak Tinggi

MINGGU, 21 JULI 2019 | 07:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi Hong Kong menemukan sebuah laboratorium buatan untuk membuat bahan peledak berkekuatan tinggi akhir pekan ini. Laboratorium itu berada di sebuah bangunan industri di distrik Tsuen Wan.

Polisi juga telah menangkap seorang pria berusia 27 tahun terkait penemuan tersebut.

"Kami sedang berurusan dengan laboratorium buatan sendiri untuk pembuatan bahan peledak tinggi, khususnya TATP," kaya superintendent Alick McWhirter, yakni seorang spesialis regu bom, pada Sabtu (20/7).


"Ini adalah ledakan tinggi yang sangat sensitif dan sangat kuat. Ini akan menyebabkan kerusakan luar biasa saat digunakan," tambahnya, seperti dimuat Channel News Asia.

TATP sendiri merupakan peledak yang membutuhkan keterampilan untuk dibuat. TATP kerap digunakan dalam sejumlah serangan teror besar, termasuk pemboman bunuh diri London 2005 dan teror bom Minggu Paskah yang mematikan baru-baru ini di hotel dan gereja di Sri Lanka.

McWhirter mengatakan, bersamaan dengan penemuan laboratorium itu, timnya juga menemukan kaus dengan logo Front Nasional Hong Kong, sebuah kelompok pro-kemerdekaan, serta selebaran yang terkait dengan protes anti-pemerintah.

Pasca penangkapan itu, Front Nasional Hong Kong yang merupakan sebuahkelompok pinggiran kecil, merilis sebuah pernyataan di Facebook yang mengatakan bahwa pria yang ditangkap adalah anggota mereka. Namun kelompok itu membantah mengetahui soal bahan peledak tersebut.

Penemuan itu terjadi di tengah momen sensitif, yakni ketina Hong Kong dilanda gelombang protes besar-besaran sejak beberapa waktu lalu akibat RUU ekstradisi kontroversial yang kini sudah dibatalkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya