Berita

Politik

Ini Saran Diaspora Terkait Rencana Jokowi Rekrut Talenta

SABTU, 20 JULI 2019 | 23:37 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Indonesian Diaspora Network United (IDN-U) menyambut baik rencana pemerintah merekrut diaspora dengan talenta-talenta terbaik seperti disampaikan Presiden Jokowi baru-baru ini.

Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden IDN-United, Herry Utomo, dalam siaran pers yang diterima redaksi hari ini (Sabtu malam, 20/7). Herry Utomo juga menjabat Presiden Indonesian American Society of Academics, dan bergelar professor penuh di Louisiana State University, USA.

Untuk perekrutan talenta-talenta yang luar biasa, selain mempertimbangkan faktor pangsa talenta juga diperlukan formulasi berdaya tarik tinggi. Kebijakan tidak bisa "one size fits all", tapi disesuaikan kondisi dan tantangan masing masing program.


"Pemerintah melihat potensi ini, namun pemahaman tentang diaspora masih sangat kurang," kritik Herry.

Ia juga mengamati bahwa sejauh ini diaspora dianggap sebatas objek oleh pemerintah dalam pembuatan kebijakan. Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, misalnya, kurang menyentuh diaspora dan kurang diminati.

"Agar inisiatif perekrutan talenta berhasil baik dan tidak justru terganjal di kebijakan-kebijakan yang kurang produktif, maka diaspora perlu dijadikan partner dalam pembuatan kebijakan menyangkut diaspora," saran Herry.

Sebagai organisasi diaspora dengan 20 chapter tersebar di seluruh dunia, IDN-U telah melakukan 37 sinergi dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta, 12 kerjasama, 13 filantropi, dan dua proyek penelitian, dengan 680 pemberitaan baik cetak maupun online dalam kurun dua tahun terakhir.

Salah satu sinergi adalah terobosan Pendidikan dan Telemedicine di Papua yang akan diluncurkan secara nasional pada 7 Agustus 2019 bersama Menteri Bappenas. Program ini kerjasama diaspora dengan Bappenas yang dipayungi Inpres 9/2017.

Melalui jaringan diaspora profesornya, IDN-United juga sedang bekerjasama dengan LPDP untuk meningkatkan kesuksesan daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang juga penuh tantangan seperti Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan NTT dalam program S2/S3 di berbagai universitas di Amerika.

"Karena pengalaman internasional dan jaringan profesionalnya, talenta-talenta diaspora bisa membangun SDM dengan keahlian-keahlian kunci yang dapat digunakan untuk berbagai capaian nasional, misalnya menjadikan negara berekonomi ke-5 terbesar di dunia di 2030," tambah Herry.

Menurut dia, optimalisasi tol-tol laut menjadi jaringan distribusi ekonomi antar pulau yang marak, modernisasi pertanian, atau pengelolaan kekayaan laut modern juga bisa dicapai secara efektif melalui perekrutan talenta diaspora bidang robotik, satellite, artificial intelligence, energy-efficient/autonomous vehicles, gene editing, mesin pintar pertanian, dan biomedicine.

"Ini hanya beberapa contoh optimalisasi dan banyak lagi yang lainnya," ujarnya.

Unicorn-unicorn baru juga bisa diciptakan berpartner dengan talenta diaspora untuk membangun mesin ekonomi yang sarat teknologi, skala nasional maupun internasional. Demikian juga venture capital partnership dengan talenta diaspora di negara maju untuk tujuan ganda, ekonomi dan penguasaan teknologi terdepan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya