Berita

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Azerbaijan Prof. Husnan Bey Fananie/Net

Politik

Dubes Husnan: Indonesia Dan Azerbaijan Jauh Secara Geografis Tapi Dekat Secara Kultur

SABTU, 20 JULI 2019 | 06:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kuliah umum dengan tema "Indonesia dan Azerbaijan: Hubungan Antar peradaban dan Budaya". Pembicara pada kuliah umum ini merupakan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Azerbaijan Prof. Husnan Bey Fananie.

Acara berlangsung di Kampus Utama UAD, di Jalan Ringroad Selatan, Bantul, Rabu (17/7). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pimpinan UAD ke Azerbaijan beberapa bulan lalu.

Husnan dalam kuliah umumnya menjelaskan tentang perbedaan kebudayaan dan peradaban antar kedua negara ini. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU dan serah terima buku.


Di awal paparannya, menjadi Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Azerbaijan adalah kebanggaan bagi laki-laki kelahiran Jakarta, 13 November 1967.

Menurutnya, Azerbaijan adalah sebuah negara di Asia Barat Daya. Seperti Indonesia, mayoritas masyarakat Azerbaijan adalah muslim. Indonesia dan Azerbaijan seperti saudara yang jauh secara geografis tapi dekat secara kultur.

Dan kedekatan secara kultur inilah yang menjadi salah satu modal utama Husnan dalam memainkan perannya sebagai duta besar. Secara perlahan, kultur Islam khas Indonesia dikenalkannya kepada masyarakat Azerbaijan yang mayoritas adalah muslim syiah.

Kedekatan historis antara Indonesia dan Azerbaijan juga menjadi latar belakang Indonesia cepat mengakui kedaulatan Azerbaijan, yang menjadi persilangan antara Rusia, Eropa, Asia dan Timur Tengah, yang berdiri pertama kali pada tahun 1918-1920.

"Secara ekonomi, Azerbaijan negara kaya penghasil minyak dan gas bumi, salah satu pengekspor ke Indonesia," papar Husnan dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7).

Bagi Husnan, pengenalan mengenai Azerbaijan sangat penting dan bermanfaat bagi perkembangan hubungan kerjasama di berbagai bidang.

"Termasuk dalam pengembangan pendidikan," tandas Husnan yang memperkenalkan kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan politik dari negara Azerbaijan.

Di samping itu, Azerbaijan sebuah negara yang kaya akan minyak di Kaukasus Selatan, telah muncul sebagai salah satu pemasok utama minyak mentah ke Indonesia setelah Arab Saudi.

Husnan menjelaskan bahwa negara yang berada di dataran rendah Pegunungan Kaukasus itu menyimpan banyak sejarah kerajaan: Seljuk, Ottoman, Syafawi, hingga Byzantium.

"Banyak peninggalan yang bisa kita lihat. Diantara peninggalan itu, ternyata memiliki hubungan erat dengan Indonesia," katanya.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya