Berita

Jusuf Kalla/Net

Politik

Kasus Novel Baswedan, Kata JK: Menemukan Teroris Yang Sembunyi Saja Polisi Bisa...

JUMAT, 19 JULI 2019 | 19:54 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin kepolisian mampu mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

JK, sapaan akrab Wapres mengatakan, dirinya menilai polisi sudah menemukan titik terang mengenai kasus tersebut. Hanya saja, masih memerlukan proses untuk mencari pelaku utamanya.

"Ya ini kan sekarang tinggal cari orangnya. Polisi ahli di situ. Cari teroris saja yang bersembunyi bisa," ujar JK di Jakarta, Jumat (19/7).

JK pun yakin dalam tiga bulan kepolisian mampu mengungkap kasus tersebut sesuai target Presiden Joko Widodo.

"Tentu polisi punya kemampuan mengungkap," pungkasnya.

Presiden Joko Widodo memberi tenggat waktu tiga bulan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama dengan Tim Teknis Kasus Novel untuk menyelesaikan rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Menurut Presiden, waktu tiga bulan cukup untuk mencari dalang penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

“Kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu 6 bulan, saya sampaikan 3 bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan,” kata Presiden Jokowi, Jumat (19/7).

Populer

Selain Kecelakaan Sriwijaya Air, Paranormal Mbak You: 2021 Ada Gerakan Ganti Presiden

Senin, 11 Januari 2021 | 21:56

Disebut Orang Kaya, Gelandangan Yang Ditemui Risma Ngaku Tidak Dipedulikan Keluarga

Kamis, 07 Januari 2021 | 17:56

Pak Tua Yang Ditemui Risma Dikuliti Warganet, Bukan Gelandangan?

Kamis, 07 Januari 2021 | 00:20

Jokowi Belum Tentu Disuntik Sinovac, Haris Rusly Moti: Masa Sih Begitu?

Kamis, 14 Januari 2021 | 01:17

Berani Lawan Anies, Gibran Diingatkan "Martabak" Lebih Lembek Ketimbang "Mebel"

Kamis, 07 Januari 2021 | 13:41

Pantas Corona Naik Drastis, Praktik Jual Beli Surat Tes Covid-19 Ternyata Marak Di Bandara

Kamis, 07 Januari 2021 | 08:17

Rumah Yang Digeledah KPK Terkait Korupsi Bansos Diduga Milik Keluarga Politisi PDIP Ihsan Yunus

Selasa, 12 Januari 2021 | 16:33

UPDATE

Mahfud MD Tegaskan Negara Bisa Memaksa Rakyat Buat Divaksin

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:52

Demonstran Myanmar Bentrok Dengan Aparat, Tuntut Pengadilan Segera Sidangkan Kasus Biksu Radikal Ashin Wirathu

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:47

Pakar: Sesuai UU 6/2018, Menolak Vaksin Tidak Dapat Dipidana

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:38

Permaisuri Malaysia Bantu Korban Banjir, Netizen: Ibu Negara RI Kemana?

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:30

Bukan Kelelawar, Ahli Virologi China Ini Sebut Asal-usul Virus Corona Berasal Dari Cerpelai

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:29

BNPB Benarkan Ada Penjarahan Di Lokasi Bencana Gempa Bumi Sulbar

Sabtu, 16 Januari 2021 | 17:23

Ossy Dermawan Kini Diangkat Jadi Wasekjen Partai Demokrat

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:35

Mayat Yang Ditemukan Mengapung Di Sungai Taiwan, Diduga Pelajar Indonesia Yang Tenggelam Saat Malam Tahun Baru

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:31

Dimulai Dari Dandim, 16 Pejabat Dan Tokoh Di Papua Disuntik Vaksin Sinovac

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:17

Ini Daftar Provinsi Penyumbang Terbanyak Tambahan Kasus Positif Yang Pecah Rekor Hingga 14.224

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:17

Selengkapnya