Berita

Darussalam/Net

Nusantara

Tokoh Lampung: Konflik Berdarah Mesuji Karena Warga Cemburu Terhadap Wewenang Swasta

KAMIS, 18 JULI 2019 | 22:33 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

Mantan Staf Ahli Bidang Pertanahan dan Agraria Kapolda Lampung, H. Darussalam mengatakan, pertumpahan darah akan terus terjadi jika akar penyebabnya konflik tak diatasi di Register 45 Mesuji.

Menurut Wakil Ketua Persatuan Advocaten Indonesia (PAI) ini, bentrok antar warga memperebutkan lahan kawasan Register 45 tersebut telah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

"Penyebabnya kecemburuan sosial warga terhadap pengelolaan lahan Register 45 Kabupaten Mesuji. Warga merasa berhak pula memanfaatkan lahan tersebut, kenapa hanya perusahaan swasta," katanya, seperti dikutip dari RMOLLampung.com, Kamis (18/7).


Menurut Darussalam, kawasan tersebut telah diserahkan pengelolaannya kepada Inhutani. Namun, Inhutani kemudian bekerjasasama dengan perusahaan besar Lampung mengelola lahan Register 45 jadi perkebunan singkong.

Ketika dia menjadi staf ahli Kapolda Lampung Irjen Ike Edwin, tahun 2016, sempat membahas seringnya terjadi bentrok antar warga di kawasan register tersebut dengan pihak Pemprov Lampung dan Kabupaten Mesuji.

Dari penyelusurannya, akar permasalahan sering terjadinya bentrok antar warga akibat dipicu penguasaan lahan karena adanya kecemburuan sosial dari warga terhadap perusahaan besar yang menguasai lahan-lahan tersebut.

Untuk mengatasinya, menurut Darussalam, Departeman Kehutanan harus mengosongkan lebih duhulu kawasan Register 45, termasuk dari Inhutani. Karena, dengan penyerahan pengelolaan kepada perkebunan swasta, terjadi kecemburuan sosial.

Dia tahu simpul-simpul untuk meredam konflik ini agar tak terus-menerus jadi bara dan bom waktu.

"Saya prihatin seringnya terjadi pertumbahan darah memerebutkan lahan Register 45 tersebut," tandasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya