Berita

La Nyalla Mattalitti bersama Presiden Jokowi/Net

Politik

Berani Dan Akomodatif, La Nyalla Tepat Jadi Ketua DPD RI

RABU, 17 JULI 2019 | 18:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode mendatang harus ada perubahan. Untuk itu, lembaga senator butuh energi baru yang bisa mengibarkan kepentingan daerah di tingkat nasional.

Demikian disampaikan anggota DPD RI terpilih dari Provinsi Lampung, Bustami Zainudin saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/7).

Agar DPD bisa berkibar, pimpinan khususnya Ketua DPD periode 2019-2024 harus visioner, pemberani, akomodatif, cepat mengambil keputusan, dan punya pergaulan luas.


"Saya berharap Ketua DPD itu berasal dari daerah dan mengerti akan kebutuhan daerah. Ini bukan memilih rektor, akademisi atau komandan, tapi memilih pemimpin yang punya kemampuan mengakomodir semua aspirasi daerah, bukan main sendiri," ujar Bustami.

Selanjutnya, kata Bupati Way Kanan periode 2010-2015 ini, pucuk pimpinan DPD harus satu irama dan semangat dengan Presiden, sehingga program pusat akan jalan di daerah dan aspirasi daerah ditampung di pusat.

Melihat beberapa figur yang berminat dan didorong menjadi Ketua DPD, Bustami mengatakan, La Nyalla Mattalitti sangat mendekati kriteria-kriteria yang disampaikannya.

"Saya melihat Pak La Nyalla orangnya terbuka, mau mendengar, tidak banyak basa-basi, bertanggung jawab dan bukan tipe meninggalkan anak buah," sebutnya.

Bustami percaya dengan pengalaman berbagai bidang seperti kemasyarakan, keagamaan, kepemudaan, olahraga dan pengusaha di seluruh nusantara, La Nyalla akan mudah diterima oleh seluruh anggota senator.

"Pak La Nyalla punya kawan lintas profesi, itu sudah terjalin baik sejak lama. Saya kira semua akan mendukung beliau," demikian Bustami Zainudin.

La Nyalla Mattalitti adalah anggota DPD RI terpilih dari Provinsi Jawa Timur. Dalam pemilihan umum yang lalu, La Nyalla berhasil mengantongi lebih dari 2 juta suara.

La Nyalla pernah menjabat ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2015-2016, kepala Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur dan ketua umum Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jatim.

Dia juga pernah menjadi kepala Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas), ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim, dan kepala Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ATAKI).

Selain La Nyala, tokoh lain yang juga dianggap berpeluang menjadi Ketua DPD antara lain adalah pendatang baru Jimly Asshiddiqie dari DKI Jakarta, dan dua wajah lama, Ratu Hemas dari DI Yogyakarta dan Nono Sampono dari Kalimantan Utara. Fadel Muhammad dari Gorontalo yang juga pendatang baru pun disebut-sebut masuk dalam bursa.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Tak Lagi Menjabat, Anies Keliling Kampus Isi Ceramah

Senin, 09 Maret 2026 | 10:15

Pemerintah Diminta Turun Atasi Ancaman Kental Manis pada Anak di Aceh Tamiang

Senin, 09 Maret 2026 | 10:10

Tips Praktis Investasi Emas untuk Pemula, Cara Aman Lindungi Nilai Aset

Senin, 09 Maret 2026 | 10:10

Prabowo Minta Laporan Progres Proyek 10 Universitas STEM dan Kedokteran di Hambalang

Senin, 09 Maret 2026 | 10:03

Ramai Isu Pembajakan, Pandji Bakal Rilis Buku dari Spesial Show Mens Rea

Senin, 09 Maret 2026 | 10:01

Malam Takbiran dan Nyepi Barengan di Bali? Begini Cara Umat Menjaga Harmoni

Senin, 09 Maret 2026 | 09:54

Perkara Selebgram Nabilah O'Brien dengan Zendhy Kusuma Berujung Damai

Senin, 09 Maret 2026 | 09:52

JK Sarankan Prabowo Prioritaskan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 09 Maret 2026 | 09:42

Serangan ke KPK soal Kasus Gus Yaqut Dinilai Menyesatkan

Senin, 09 Maret 2026 | 09:36

Cadangan BBM Hanya 20 Hari, Ekonom Ingatkan Risiko Inflasi dan Beban Fiskal

Senin, 09 Maret 2026 | 09:33

Selengkapnya