Berita

Neil Bantleman/Net

Politik

Dapat Grasi Dari Presiden Jokowi, WNA Kanada Terpidana Kasus Pencabulan Anak Bebas

JUMAT, 12 JULI 2019 | 17:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo memberikan grasi kepada terpidana kasus pencabulan terhadap anak yang terjadi di Jakarta Internasional School (JIS), Neil Bantleman, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Kanada pada Rabu (19/6) lalu.

Grasi tersebut tercantum pada KEPRES RI Nomor 13/G Tahun 2019 tanggal 19 Juni 209 berupa pengurangan pidana.

Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pas, Ade Kusmanto membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, mantan guru Jakarta International School (JIS) itu telah bebas dari Lapas Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur pada Jumat (21/6).


"Sudah bebas dari Lapas kelas 1 Cipinang tanggal 21 Juni 2019. Neil Bantlemen mendapat grasi dari Presiden berupa pengurangan pidana dari 11 tahun menjadi 5 tahun 1 bulan," ucap Ade Kusmanto kepada Kantor Berita RMOL, Jumat (12/7).

Selain pengurangan pidana, Neil juga dikenakan pidana denda sebesar Rp 100 juta. "Dendanya juga sudah dibayar yang bersangkutan," jelasnya.

Menurut Ade, setelah Keputusan Presiden tersebut keluar, pihak Lapas Cipinang, Jakarta Timur langsung membebaskan Neil dengan melimpahkan berkas dan Neil kepada imigrasi.

"Menurut keterangan Kabid Pembinaan Lapas Cipinang, Muda Husni bahwa Neils bebas diserahterimakan dengan pihak Imigrasi dan langsung dikembalikan ke negaranya," tandasnya.

Neil dipenjara pada 2015 lalu karena diputus bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak TK di sekolah tersebut.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya