Sektor ekonomi adalah yang paling urgent untuk dibenahi Joko Widodo dalam pemerintahan periode kedua nanti.
Sudah
saatnya Jokowi menyingkirkan orang-orang lama yang bermental pemain
aman. Agar gagasan Nawacita yang sejak lama dia perkenalkan dapat
terwujud Jokowi harus menempatkan ekonom yang berani mengambil risiko.
Demikian
antara lain disimpulkan dari pandangan pengamat politik Hendri Satrio
dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.
"Sektor
ekonomi yang urgent untuk dibenahi. Urusannya dengan perut, harga
barang, kebutuhan rumah tinggal, harga bahan pokok kemudian pakaian. Itu
yang harus diperbaiki," ujar pria yang kini akrab disapa Hensat.
Dia
menambahkan, teguran Jokowi pada sejumlah menteri dalam rapat di Istana
Bogor beberapa hari lalu adalah sinyal yang sangat penting untuk
diperhatikan.
"Kemarin
Pak Jokowi sempat mengeluhkan (situasi) ekonomi Indonesia. Kalau
presiden saja ngeluh begitu, sudah menyampaikan catatan-catatan yang
tidak positif, kita perlu deg-degan. (Bahkan) wajib deg-degan,"
sambungnya.
"Kemarin
Pak Jokowi sempat mengeluhkan (situasi) ekonomi Indonesia. Kalau
presiden saja ngeluh begitu, sudah menyampaikan catatan-catatan yang
tidak positif, kita perlu deg-degan. (Bahkan) wajib deg-degan,"
sambungnya.
Dengan dasar
pemikiran itulah, menurut hemat Hensat, Jokowi harus mau memilih
"orang-orang seperti dirinya, yang berani mengambil risiko."
"Jangan
(pilih yang) yes Pak, yes-man saja. Harus orang yang berani ambil
risiko, punya gagasan, kreatif dan inovatif sehingga ekonomi kita makin
baik. Dengan demikian yang dijanjikan Pak Jokowi, ekonomi kita bakal
meroket, juga bisa terlaksana," demikian Hensat.
Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks
Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20
Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti
Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44
KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI
Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18
Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias
Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52
Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa
Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39
Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka
Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29
Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya
Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12
Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21
1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24
Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17
Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08
Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53
Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43
Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26
DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17
Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09
Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01
Selengkapnya