Sektor ekonomi adalah yang paling urgent untuk dibenahi Joko Widodo dalam pemerintahan periode kedua nanti.
Sudah
saatnya Jokowi menyingkirkan orang-orang lama yang bermental pemain
aman. Agar gagasan Nawacita yang sejak lama dia perkenalkan dapat
terwujud Jokowi harus menempatkan ekonom yang berani mengambil risiko.
Demikian
antara lain disimpulkan dari pandangan pengamat politik Hendri Satrio
dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.
"Sektor
ekonomi yang urgent untuk dibenahi. Urusannya dengan perut, harga
barang, kebutuhan rumah tinggal, harga bahan pokok kemudian pakaian. Itu
yang harus diperbaiki," ujar pria yang kini akrab disapa Hensat.
Dia
menambahkan, teguran Jokowi pada sejumlah menteri dalam rapat di Istana
Bogor beberapa hari lalu adalah sinyal yang sangat penting untuk
diperhatikan.
"Kemarin
Pak Jokowi sempat mengeluhkan (situasi) ekonomi Indonesia. Kalau
presiden saja ngeluh begitu, sudah menyampaikan catatan-catatan yang
tidak positif, kita perlu deg-degan. (Bahkan) wajib deg-degan,"
sambungnya.
"Kemarin
Pak Jokowi sempat mengeluhkan (situasi) ekonomi Indonesia. Kalau
presiden saja ngeluh begitu, sudah menyampaikan catatan-catatan yang
tidak positif, kita perlu deg-degan. (Bahkan) wajib deg-degan,"
sambungnya.
Dengan dasar
pemikiran itulah, menurut hemat Hensat, Jokowi harus mau memilih
"orang-orang seperti dirinya, yang berani mengambil risiko."
"Jangan
(pilih yang) yes Pak, yes-man saja. Harus orang yang berani ambil
risiko, punya gagasan, kreatif dan inovatif sehingga ekonomi kita makin
baik. Dengan demikian yang dijanjikan Pak Jokowi, ekonomi kita bakal
meroket, juga bisa terlaksana," demikian Hensat.
Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Prancis Mati Kutu
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34
Selengkapnya