Sektor ekonomi adalah yang paling urgent untuk dibenahi Joko Widodo dalam pemerintahan periode kedua nanti.
Sudah
saatnya Jokowi menyingkirkan orang-orang lama yang bermental pemain
aman. Agar gagasan Nawacita yang sejak lama dia perkenalkan dapat
terwujud Jokowi harus menempatkan ekonom yang berani mengambil risiko.
Demikian
antara lain disimpulkan dari pandangan pengamat politik Hendri Satrio
dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.
"Sektor
ekonomi yang urgent untuk dibenahi. Urusannya dengan perut, harga
barang, kebutuhan rumah tinggal, harga bahan pokok kemudian pakaian. Itu
yang harus diperbaiki," ujar pria yang kini akrab disapa Hensat.
Dia
menambahkan, teguran Jokowi pada sejumlah menteri dalam rapat di Istana
Bogor beberapa hari lalu adalah sinyal yang sangat penting untuk
diperhatikan.
"Kemarin
Pak Jokowi sempat mengeluhkan (situasi) ekonomi Indonesia. Kalau
presiden saja ngeluh begitu, sudah menyampaikan catatan-catatan yang
tidak positif, kita perlu deg-degan. (Bahkan) wajib deg-degan,"
sambungnya.
"Kemarin
Pak Jokowi sempat mengeluhkan (situasi) ekonomi Indonesia. Kalau
presiden saja ngeluh begitu, sudah menyampaikan catatan-catatan yang
tidak positif, kita perlu deg-degan. (Bahkan) wajib deg-degan,"
sambungnya.
Dengan dasar
pemikiran itulah, menurut hemat Hensat, Jokowi harus mau memilih
"orang-orang seperti dirinya, yang berani mengambil risiko."
"Jangan
(pilih yang) yes Pak, yes-man saja. Harus orang yang berani ambil
risiko, punya gagasan, kreatif dan inovatif sehingga ekonomi kita makin
baik. Dengan demikian yang dijanjikan Pak Jokowi, ekonomi kita bakal
meroket, juga bisa terlaksana," demikian Hensat.
Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi
Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13
Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33
Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi
Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36
Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06
Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN
Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43
Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo
Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09
Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran
Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19
Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27
Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09
Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57
FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44
Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30
Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01
Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46
Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31
Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17
Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05
Selengkapnya