Sektor ekonomi adalah yang paling urgent untuk dibenahi Joko Widodo dalam pemerintahan periode kedua nanti.
Sudah
saatnya Jokowi menyingkirkan orang-orang lama yang bermental pemain
aman. Agar gagasan Nawacita yang sejak lama dia perkenalkan dapat
terwujud Jokowi harus menempatkan ekonom yang berani mengambil risiko.
Demikian
antara lain disimpulkan dari pandangan pengamat politik Hendri Satrio
dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.
"Sektor
ekonomi yang urgent untuk dibenahi. Urusannya dengan perut, harga
barang, kebutuhan rumah tinggal, harga bahan pokok kemudian pakaian. Itu
yang harus diperbaiki," ujar pria yang kini akrab disapa Hensat.
Dia
menambahkan, teguran Jokowi pada sejumlah menteri dalam rapat di Istana
Bogor beberapa hari lalu adalah sinyal yang sangat penting untuk
diperhatikan.
"Kemarin
Pak Jokowi sempat mengeluhkan (situasi) ekonomi Indonesia. Kalau
presiden saja ngeluh begitu, sudah menyampaikan catatan-catatan yang
tidak positif, kita perlu deg-degan. (Bahkan) wajib deg-degan,"
sambungnya.
"Kemarin
Pak Jokowi sempat mengeluhkan (situasi) ekonomi Indonesia. Kalau
presiden saja ngeluh begitu, sudah menyampaikan catatan-catatan yang
tidak positif, kita perlu deg-degan. (Bahkan) wajib deg-degan,"
sambungnya.
Dengan dasar
pemikiran itulah, menurut hemat Hensat, Jokowi harus mau memilih
"orang-orang seperti dirinya, yang berani mengambil risiko."
"Jangan
(pilih yang) yes Pak, yes-man saja. Harus orang yang berani ambil
risiko, punya gagasan, kreatif dan inovatif sehingga ekonomi kita makin
baik. Dengan demikian yang dijanjikan Pak Jokowi, ekonomi kita bakal
meroket, juga bisa terlaksana," demikian Hensat.
Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor
Kamis, 17 September 2026 | 21:47
Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50
Kamis, 17 September 2026 | 21:17
Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna
Kamis, 17 September 2026 | 21:15
KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN
Kamis, 17 September 2026 | 20:53
Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden
Kamis, 17 September 2026 | 20:41
Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources
Kamis, 17 September 2026 | 20:21
Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50
Kamis, 17 September 2026 | 20:04
Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026
Kamis, 17 September 2026 | 19:44
Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja
Kamis, 17 September 2026 | 19:44
Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar
Kamis, 17 September 2026 | 19:38
Selengkapnya