Berita

Natalius Pigai/Net

Publika

Tidak Sekadar Indonesia Timur, Pigai Energi Baru KPK Untuk Momok Bagi Koruptor

RABU, 10 JULI 2019 | 15:46 WIB | OLEH: M. HATTA TALIWANG

BERBAGAI dukungan yang mengalir untuk Natalius Pigai menjadi Pimpinan KPK 2019-2023 perlu menjadi perhatian Panitia Seleksi (Pansel).

Natalius Pigai adalah generasi muda, aktivis 98’ yang sejak 1999 sudah menjadi Staf Khusus Menteri Transmigrasi dimana saat itu saya menjadi Anggota DPR RI dari PAN.

Jika membaca biodatanya yang muncul di online, dia anak muda aktivis 98’ yang telah bekerja di pemerintah hingga menjadi Pimpinan Komnas HAM RI, berpengalaman di pemerintah selama 18 tahun.


Menjadi Pimpinan KPK adalah sebuah energi baru, dia telah tunjukkan selama menjadi Komisioner Komnas HAM yang selama ini hanya dipandang sebelah mata menjadi bergengsi. Pigai menangani ribuan kasus pertahun dan Tokoh Utama yang membantu menjaga keseimbangan di balik keretakan hubungan antara negara dan Habib Rizieq, ulama, umat Islam, dan aktivis.

Saya juga pernah ditahan di Polda Metro Jaya karena dituduh makar, dia salah seorang yang membantu menetralisir.

Negara Selayaknya Apresiasi!

Siapa yang meragukan objektivitas, komitmen, konsistensi, dan integritas Pigai. Dia telah membuktikan, dilihat dan disaksikan publik. Untuk itu kapasitas Pigai perlu bagi KPK agar memberi harapan pada publik.

Pigai tidak penting mewakili daerah manapun, tetapi mengapa rakyat di luar Jawa dan Indonesia Timur masih barbicara representasi daerah?

Harus dipahami bahwa ini soal nilai dari sebuah Politik Kebangsaan. Bangsa ini bisa meledak seperti konflik horizontal tahun 2000. Banyak orang Jawa yang diusir. Apalagi Pilpres seakan Jawa terus, banyak orang luar Jawa perasaannya marah dan mau pisah sudah mulai muncul. Itu yang saya temukan di lapangan.

Apalagi Pejabat Papua suka pukul pegawai KPK, jadi ke depan sangat potensial KPK tidak bisa masuk ke daerah-daerah tertentu, termasuk di Papua, Aceh, Maluku sehingga KPK didowngraded. Itu yang mesti diantisipasi. Dan saya pikir Natalius Pigai bisa jadi mesin penggerak, komunikator, dan inspirator serta dinamisator dalam hubungan KPK dengan masyarakat luar Jawa.

M Hatta Taliwang
Anggota DPR RI 1999-2004; Dir Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya