Berita

MPR RI

Politik

Pimpinan DPR Sudah Otomatis, Pertarungannya Justru Ada Di MPR

KAMIS, 04 JULI 2019 | 09:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Lima kursi pimpinan DPR masing-masing satu ketua dan empat wakil ketua otomatis menjadi hak partai politik pemenang pemilu dengan raihan kursi terbanyak.

Pimpinan DPR periode 2019-2024 akan diisi oleh parpol dengan raihan kursi terbanyak di Parlemen. Yaitu berurutan, PDIP (128 kursi), Partai Golkar (85 kursi), Partai Gerindra (78 kursi), Partai Nasdem (59 kursi), dan PKB (58 kursi).

Ketentuan itu sudah diatur dalam UU 2/2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).


Sekarang, tinggal menunggu siapa nama atau figur yang diusung lima parpol itu untuk menuduki kursi pimpinan DPR.

Beda dengan DPR, diprediksi perebuatan pimpinan MPR akan berlangsung dinamis. Pemilihan pimpinan MPR dilakukan dengan sistem paket.

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Supratman Andi Atgas mengatakan pemilihan pimpinan MPR bakal ramai. Hal itu akan bertambah ramai jika tidak tercapai musyawarah untuk mufakat.

Menurut Supratman, awalnya Baleg hendak membuat dalam UU MD3 pemilihan pimpinan MPR berdasarkan raihan kursi partai. Hanya saja, di MPR itu ada kelompok DPD sehingga pemilihan diputuskan lewat sistem paket.

Jelas dia secara logika kemungkinan akan ada dua paket pimpinan MPR yang akan bertarung nanti. Dia menjelaskan berdasar UU MD3 pula satu fraksi boleh mengajukan seorang calon untuk bergabung dalam satu paket pimpinan MPR.

Artinya, hanya empat fraksi yang bisa mengajukan masing-masing satu calon, karena satu lainnya akan diisi oleh DPD. Soal mau jadi ketua ataupun wakil ketua itu nanti di dalam pertarungan dan terbentuknya sebuah paket.

Supratman mengatakan, dengan hanya empat fraksi yang bisa mengirimkan nama calon pimpinan, maka kemungkinan peta koalisi partai politik baik yang ada di BPN Prabowo-Sandi dan TKN Jokowi-Maruf akan mencair.

Ditambahkannya, bisa saja peta koalisi untuk pimpinan MPR ini ditentukan dengan melihat ke mana DPD akan berlabuh. Dia yakin konstelasi akan berubah. Sebab, saat ini belum terlihat tokoh sentral yang bisa menyatukan anggota DPD terpilih yang baru atau periode 2019-2024.

"Pasti akan terjadi kelompok-kelompok juga. Nah, itu akan sangat berpengaruh terhadap paket yang akan terbentuk di MPR," ujar Supratman beberapa waktu lalu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya