Berita

Foto:RMOL

Hukum

Kesaksian Sekretaris PPP Jatim: Duit Rp 250 Juta Yang Dititipkan Romi Habis Buat Nyaleg

RABU, 03 JULI 2019 | 19:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Jawa Timur, Norman Zein mengaku pernah dititipin uang sebesar Rp 250 juta dari tersangka M. Romahurmuziy.

Romi sapaan akrab anggota DPR RI dari Fraksi PPP memberikan uang suap itu untuk dikembalikan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Namun, uang tersebut habis karena dipakai oleh Norman untuk pencalon dirinya sebagai calon legislatif DPRD Jatim Dapil III.


Begitu kesaksian Norman saat dikonfirmasi Jaksa KPK Abdul Basir dalam sidang lanjutan perkara suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2019, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (3/7).

"Iya (uangnya habis) untuk proses pencalegan saya. 75 persen untuk baliho atribut partai. Sisanya bayar saksi dan pertemuan keliling di tiga daerah," kata Norman.

Norman sempat berbelit-belit saat ditanya oleh jaksa KPK terkait dimana tempat saat Romi memintanya untuk mengembalikan uang Rp 250 juta itu ke Haris. Termasuk alasan pengembalian uang itu kepada Haris.

"Saya enggak sempet nanya (alasan Romi kembalikan uang ke Haris) wong saya dititipi. Cuma tolong kembalikan tanpa singgung beliau (Haris)," kata Norman.

Walaupun akhirnya dia mengakui menerima uang tersebut dari Romi di Hotel Grand Mercure Surabayaatim disaksikan oleh staf ahli Romi kala itu.

"Waktu itu saya ada Mukernas (PPP) di Hotel Grand Mercure. Tanggal 28 malam saya ditelepon salah satu stafnya diminta untuk ke kamar beliau (Romi) dan beliau menitipkan sesuatu untuk disampaikan ke pak Haris tanpa menyinggung perasaan pak Haris," tutur Norman.

"Langsung diserahkan ke saya (uangnya) di tas hitam. Saya gak itung. Ada stafnya tapi saya lupa siapa yang dampingi," imbuhnya.

Soal kenapa Romi menitipkan Rp 250 juta bukan Rp 255 juta seperti dalam dakwaan Haris, Norman mengaku tidak tahu.

Dalam perkara ini, Haris didakwa menyuap Romi dan Menag Lukman Hakim Saifuddin senilai Rp 355 juta. Romi disebut menerima uang Rp 255 juta sedangkan Lukman Rp 70 juta.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi didakwa menyuap Romi senilai Rp 91,4 juta.

Haris dan Muafaq diduga berupaya menyuap untuk memuluskan proses pengisian jabatan di lingkungan Kemenag Jatim dan Gresik.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya