Berita

Donald Trump dan Kim Jong Un bertemu di perbatasan dua Korea/Net

Dunia

Pertemuan Pemimpin AS-Korut Di DMZ, Panggung Yang Baik Untuk Trump

MINGGU, 30 JUNI 2019 | 22:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tegur sapa hangat terjadi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong In di salah satu perbatasan yang paling dijaga ketat di dunia, yakni Zona Demiliterisasi (DMZ) yang terletak di desa Panmunjon hari ini (Minggu, 30/6). Kedua pemimpin negara itu bertemu singkat setelah rencana yang diumumkan kepada publik secara mendadak, sehari sebelumnya.

Dalam pertemuan hari ini, Kim bahkan mengundang Trump untuk melintasi perbatasan. Dengan senyum yang tetap melekat di bibirnya, Trump pun melangkah melintasi perbatasan dari sisi Korea Selatan dan berjalan sekitar 20 langkah ke wilayah Korea Utara.

Tak ayal, momen tersebut mengundang sorotan kamera di mana banyak mata di dunia menyaksikan momen bersejarah tersebut.


Politico memuat, pertemuan di perbatasan yang terjadi pada hari ini adalah perubahan haluan dramatis yang menunjukkan bagaimana Trump berhasil menciptakan "panggung" dengan menggunakan lokasi simbolik yang menarik untuk disorot kamera.

Masih lekat diingatan ketika tahun pertama kepemimpinannya, 2017, Trump beretorika bahwa dia pernah diam-diam berencana untuk berjalan ke perbatasan Korea Utara. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada Kim bahwa Amerika Serikat akan melawan rezim brutalnya. Pernyataan itu merupakan ancaman atas ujicoba senjata nuklir Korea Utara.

Namun Trump tampak berubah haluan kali ini. Pertemuan di perbatasan itu terjadi setelah Trump secara terbuka meminta Kim untuk menemuinya di perbatasan. Pertemuan kali ini pun terjadi dalam suasana hangat, berbeda dengan ancaman Trump tahun 2017 lalu. Senyum tampak tidak lepas dari bibir Trump dan Kim ketika mereka mulai berjabat tangan di perbatasan, saling bertegur sapa dan secara singkat mendiskusikan masa depan yang bisa dilakukan kedua negara.

Trump, yang juga merupakan mantan bintang reality show, agaknya cukup sadar kamera. Dia berhasil mendapatkan "momen TV" yang dia inginkan.

Disebut demikian karena Trump mampu menciptakan peristiwa bersejarah yang dipromosikan dengan baik dan secara dramatis dipentaskan untuk dirinya di waktu yang tepat, yakni ketina dia bersiap untuk kembali maju dalam pemilu presiden Amerika Serikat tahun 2020 mendatang.

Patut diakui bahwa Trump berhasil menunjukkan keterampilan diplomatiknya. Dia seolah menghentikan pesimisme atas pembicaraan Amerika Serikat dan Korea Utara yang dijajaki sejak tahun lalu, namun sempat berakhir buruk pada KTT kedua di Hanoi Februari lalu. Pada saat itu, KTT selesai lebih cepat dari jadwal dan tidak membuahkan kesepakatan apapun.

Pasca KTT Hanoi, masa depan perbincangan Amerika Serikat dan Korea Utara mengenai denuklirisasi semenanjung Korea tampak simpang siur dan memicu keraguan akan keberhasilannya. Namun keraguan itu berhasil dipatahkan Trump dengan pertemuan singkat di perbatasan dua Korea di penghujung bulan Juni ini.

Trump tampaknya menikmati momen dramatis, yang diliput tanpa henti dan tidak lepas dari sorotan kamera itu. Ini adalah kali pertama Presiden Amerika Serikat dan Pemimpin Korea Utara mengunjungi DMZ secara bersama-sama. "Ini adalah hari yang hebat bagi dunia," kata Trump.

Mantan perwira di Kantor Direktur Intelijen Nasional, tempat di mana dia memimpin analisis komunitas intelijen Amerika Serikat tentang masalah Semenanjung Korea, Jung Park menilai, kunjungan Trump ke DMZ tidak lain merupakan bentuk kesombongan Trump dan keinginannya untuk menjadi pahlawan.

"(Kunjungan dirancang) untuk menghidupkan kembali keinginan Presiden Trump untuk bekerja dengan Korea Utara dalam masalah nuklir sehingga kita bisa mendapatkan momentum untuk itu," jelasnya, seperti dimuat Politico.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya