Berita

Emek-emak pendukung 02 ikut aksi kawal MK/Net

Politik

Kepada Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi Tersenyumlah, Hapus Air Matamu

JUMAT, 28 JUNI 2019 | 12:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pendukung dan relawan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diminta tidak bersedih dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2019.

"Salam hormat dan kagum kepada emak-emak pendukung @prabowo @sandiuno tersenyumlah, hapus air matamu," kata Koordinator Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak di akun Twitter @Dahnilanzar, Jumat (28/6).

Peserta aksi damai kawal MK di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta (Kamis, 27/6), diminta membubarkan diri pada pukul 17.00 WIB. Beberapa emak-emak terlihat meneteskan air mata setelah koordinator lapangan aksi Abdullah Hehamahua menyebut MK akan menolak permohonan paslon 02 Prabowo-Sandi.


Kepada pendukung dan relawan Prabowo-Sandi, Dahnil mengajak agar sama-sama menjaga Indonesia lebih baik.

"Kita jaga bareng-bareng Indonesia lebih baik sesuai dengan spirit Pancasila dan UUD 45 yang disepakati para pendiri bangsa kita," demikian mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pidatonya mengaku menghormati hasil putusan MK terkait sengketa Pilpres 2019. Dia mengajak pendukungnya terus memperjuangkan cita-cita dan ajaran Proklamator, yaitu mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur, yang sungguh-sungguh merdeka.

"Kami yakin bahwa kami tidak akan berhenti untuk memperjuangkan cita-cita tersebut. Kita bisa berjuang di legislatif, kita bisa berjuang di forum-forum lain. Kita bisa konsolidasi. Kita punya kekuatan massa yang riil. Marilah kita menatap masa depan dengan tetap semangat dan tetap optimistis," kata Prabowo yang disampingi Sandi saat menyampaikan pidato politik di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis malam (27/6).

Prabowo juga minta pendukungnya agar tidak berkecil hati. "Kita tetap tegar, kita tetap tenang, tetap penuh dengan cita-cita mulia, tapi selalu dalam kerangka damai, antikekerasan, dan setia pada konstitusi. Kita harus memikirkan kepentingan yang lebih besar, keutuhan bangsa dan negara, kita harus memandang bahwa seluruh anak bangsa adalah saudara-saudara kita sendiri," ucapnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya