Berita

Jaya Suprana/RMOL

Jaya Suprana

Arogansi Dan Paranoid

KAMIS, 27 JUNI 2019 | 10:52 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

NASKAH "Fit And Proper Test" (Kantor Berita RMOL pada 12 Mei 2019) tentang nasib naas Shinta dipaksa Rama menempuh ujian bakar-diri demi membuktikan kesucian diri memperoleh tanggapan positif dari kaum feminis namun sebaliknya negatif dari kaum maskulinis.

Misalnya sastrawan pendiri Institut Humor Indonesia Kini (IHIK) merangkap guru Kejawen saya, Darminto M. Sudarmo menafsirkan ketidakadilan terhadap kaum perempuan di dalam lelakon Ramayana sebagai suatu kewajaran dampak mashab yang dianut masyarakat patriarkalis.

Namun ada pula yang justru menerawang kisah Ramayana dengan lensa kritis fokus pada sikap Rama yang terkesan arogan plus paranoid.


Tiga Fakta

Pada hakikatnya Rama memang seorang lelaki yang arogan plus paranoid maka merasa berhak secara sepihak bersikap sewenang-wenang mencurigai kesucian dan kesetiaan isterinya sehingga tega hati memaksa Shinta membuktikan kesucian dan kesetiaan dirinya melalui fit and proper test pati obong.

Setelah Shinta lulus fit and proper test terjun ke kobaran api serta merta terbukti sekaligus tiga fakta.

Pertama terbukti Shinta tetap suci dan setia meski sekian lama menjadi tawanan Rahwana di kerajaan Alengka. Kedua terbukti bahwa arogansi serta paranoida Rama mencurigai isterinya total keliru. Ketiga Rahwana justru memiliki karakter kesatriaan sejati yang adiluhur sebab terbukti tidak memanfaatkan kekuasaan mau pun kesempatan untuk memperkosa Shinta padahal kalau mau pasti Rahwana bisa melakukannya.

Protagonis-Antagonis

Dengan tiga fakta itu maka seharusnya para penyimak kisah Ramayana gubahan Walmiki lebih menghormati dan menghargai sikap kesatria Rahwana yang terbukti tidak memanfaatkan kesempatan untuk memperkosa Shinta selama berada di bawah kekuasaannya. Rahwana nyaya-nyata lebih bersikap gentleman ketimbang Rama yang bersikap arogan dan paranoid terhadap Shinta.

Pada hakikatnya tafsir pro Rahwana tersebut searah dengan kisah Ramayana versi Srilanka (sebagai nama masa kini untuk Alengka) yang bertolak-belakang dengan versi India sehingga memposisikan Rahwana sebagai tokoh protagonist alias baik sementara Rama sebagai tokoh antagonis alias jahat.

Penulis adalah pembelajar genderisme dan relativitas kebenaran.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya