Berita

Peternakan ayam petelor di WAE Merak Ulak/RMOL

Nusantara

WAE Merak Urak, Upaya Memandirikan Warga Binaan Lapas Tuban

SENIN, 24 JUNI 2019 | 12:57 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Lapas IIB Tuban, Jawa Timur tengah membangun dan terus mengembangkan Wahana Asimilasi dan Edukasi (WAE) Merak Urak. Pengembangan WAE itu sebagai upaya penerapan program revitalisasi pemasyarakatan.

WAE Merak Urak dibangun diatas lahan seluas 1,5 hektare. Di area ini warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Tuban dibina dengan berbagai kecakapan, mulai dari budidaya hewan, pertanian hingga kemampuan di bidang pertukangan.

Menurut Kepala Lapas Tuban Sugeng Indrawan, WAE dibangun sekitar 2018 lalu melalui kerja sama dengan Bagian-bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Merak Urak. Lahan yang digunakan merupakan milik Perhutani, yang dibudidayakan agar lebih bermanfaat bagi kehidupan.


“Pada prinsipnya, lapas bukanlah tempat untuk membuat narapidana menderita. Justru dengan konsep revitalisasi pemasyarakatan Ditjenpas, lapas seharusnya menjadi tempat pembinaan untuk menjadikan warga binaan kian mandiri, tangguh dan lebih produktif,” kata Sugeng, Senin (24/6).

Salah satu tujuan penerapan program revitalisasi pemasyarakatan yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, sebagaimana dinyatakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly adalah berkembangnya lembaga pemasyarakatan menjadi pranata sosial yang mampu menyiapkan warga binaan mandiri dan tangguh. Di tingkat mikro, WAE adalah upaya Lapas IIB Tuban untuk kian mendekati kondisi ideal tersebut.

Saat ini di WAE Merak Urak telah dibudidayakan kelinci hias, ayam petelor, ikan lele, berbagai tanaman pertanian, hingga cacing tanah. Sugeng bercerita, budi daya ayam petelor mulai dilakukan Oktober 2018 lalu dengan awal 300 ekor.

“Saat ini kami sudah membudidayakan 500 ekor ayam, dengan hasil telur per hari mencapai 22 kilogram,” kata Sugeng.

Telur-telur itu dipasarkan kepada masyarakat setempat. Tak jarang pembeli juga datang sendiri untuk membeli telur dan ikan lele hasil budi daya warga binaan.

“Kami beli dengan harga umum saja.Sekalian bantu-bantu sesama yang sedang dapat ujian menjalani hukuman di sini,” kata Wahyudi, pengepul ikan lele untuk dijualnya lagi kepada para pedagang pecel lele di wilayah

Wahyudi mengaku sudah empat kali datang ke WAE untuk menampung panen lele. “Lumayan, sekali panen dapat sekitar tujuh kuintal,” kata dia.  

Sugeng mengatakan, cara budi daya lele di WAE dilakukan dengan sistem bioflok yang terdiri dari 20 kolam. Satu kolam rata-rata memuat 1.500 benih lele yang ditanamkan di awal budidaya.  

Yang menarik, Lapas Tuban juga membuka kesempatan bila masyarakat ingin bergabung melakukan budidaya bersama para warga binaan. Selama ini, tak hanya ikut bertanam kacang tanah, pepaya California juga aneka palawija di lahan tersebut, warga setempat juga diberi peluang mengambil bibit untuk ditanam sendiri di lahan mereka. “Yang penting, kita sama-sama maju dan bisa mengambil manfaat,” kata Sugeng.

Tidak hanya hal-hal ‘biasa’, WAE juga mengembangkan budidaya cacing tanah atau (lumbricus rubellus) untuk dibudidayakan. “Harganya lumayan tinggi dan menguntungkan,” kata Abdul Manan, salah seorang warga binaan Lapas yang tengah menjalani asimilasi di WAE sebelum selesai masa pidana dan kembali ke kampungnya. Menurut Abdul, cacing tanah berguna untuk kosmetika, bahan obat-obatan dan sarana pertanian, juga pakan ternak.

Tak hanya buat para warga binaan, keberadaan WAE juga dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat setempat.  “Semenjak ada wahana ini, warga sekitar juga banyak terbantu. Tak hanya dapat sayur dan tanaman hasil budidaya, mereka juga mendapatkan bekal pendidikan dan pelatihan, juga bibit. Saya sih berpikir wahana ini seharusnya diperluas, ya lahannya, ya jenis kegiatannya,” kata Asip, seorang karyawan Perhutani yang juga warga setempat.

Dengan semua manfaat tersebut, wajar bila Dirjen PAS beberapa waktu lalu sengaja datang untuk melihat langsung keberadaan WAE. Pada kesempatan itu Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami menyatakan apresiasi dan rasa terimakasih jajarannya kepada Perhutani yang bersedia bekerja sama sehingga jajaran Lapas Tuban bisa mewujudkan keberadaan WAE Merak Urak.  

"Saya berterima kasih kepada pihak Perhutani karena telah memberikan kepercayaan kepada Lapas Tuban untuk mengelola lahan ini," kata Utami. Dirjen mengaku sangat bangga dengan adanya WAE yang disebutnya sebagai wujud revitalisasi pemasyarakatan dari Lapas Tuban.

“Ini merupakan wujud pembinaan kita bahwa warga binaan di lapas ada yang berpotensi di bidang pertanian dan berkebunan. Semua ini nanti bisa menjadi bekal mereka jika sudah bebas," kata Utami.

Sekadar info, WAE dikembangkan dengan prinsip kemandirian. Untuk membangun sistem pengairan di WAE meliputi pengadaan bak penampung (torn) dan sebagainya, pihak lapas diberi kepercayaan untuk meminjam dana Koperasi Lapas Tuban. “Besarnya Rp 65 juta dan sudah terwujud dengan baik,” tandas Sugeng.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya