Berita

Bambang Widjojanto dan Vasco Ruseimy/Repro

Politik

BW: Saksi Ahli IT Dilawan Ahli Tata Negara, Nggak Nyambung

JUMAT, 21 JUNI 2019 | 18:43 WIB | LAPORAN:

Ketua Tim Hukum Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra seakan tak berkutik menghadapi Jaswar Koto, ahli biometric software development dalam sidang ketiga gugatan Pilpres 2019, Rabu (19/6) lalu.

Jaswar dihadirkan Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai saksi ahli IT.

Dalam sidang, Jaswar menjabarkan hasil analisa yang dilakukannya mengenai pola kesalahan input data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilu KPU. Kesalahan input data Situng itu cenderung menggelembungkan jumlah perolehan suara pasangan Jokowi-Maruf.


Di satu sisi, pola itu mengurangi suara pasangan Prabowo-Sandi. Dalam hal ini Jaswar menemukan ada 63 TPS yang terjadi kesalahan input data.

Menurut dia, kesalahan ini berkorelasi dengan rekapitulasi berjenjang yang dilakukan KPU. Sebab, jumlah total suara pemilih pada Situng dan rekapitulasi manual berjenjang menunjukkan angka yang sama.

Yusril pun menanggapi dengan mempertanyakan kompetensi Jaswar melakukan audit forensik data Situng.

Pertanyaan Yusril tidak cukup sampai di situ. Ketua Umum PBB itu turut menanyakan pendidikan yang pernah ditempuh oleh Jaswar dan pekerjaan yang digeluti.

"S1 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), S2 di Notre Dame University (Australia), dan S3 di Osaka Prefecture University," terangnya.

"Keahlian saya engineering simulation menggunakan IT teknologi. Saya bekerja sebagai engineering, tapi lebih fokus menggunakan software development," tegasnya

Tanya jawab Yusril dengan Jaswar ini menjadi sorotan ramai di media sosial. Tak terkecuali, Wakil Direktur BPN Prabowo-Sandi, Vasco Ruseimy seperti biasa membuat vlog diskusi pendek bersama Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto.

"Kalau lo mendelegitimasi argumen gw, siapa ahli lo?" ucap Bambang dalam vlog unggahan Vasco melalui akun instagramnya @vasco_ruseimy, Jumat (21/6).

Menurut Bambang, keterangan Jaswar sebagai ahli teknologi informasi dan forensi tidak bisa dibantah dengan ahli tata negara.

"Nggak nyambung. Ahli kita ini yang namanya profesor Jaswar Koto itu dia itulah yang membuat print foot," jelasnya.

Bambang menegaskan bahwa Jaswar Koto yang dihadirkan pihaknya memang kompeten di bidang IT.

"Patennya luar biasa banyaknya, bukunya sekitar 22, international publicationnya itu ratusan," papar Bambang.

Keterangan Jaswar menunjukkan bahwa cara-cara kecurangan dalam proses Pemilu 2019, sebagian menggunakan sistem IT.

"Kemudian itu dimulai karena adanya DPT bermasalah, ini semakin sempurna kecurangan itu," simpulnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya