Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Pertanyaan Berbahaya

JUMAT, 21 JUNI 2019 | 12:54 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

NASKAH "Kemanusiaan Bagi Para Tahanan Politik" yang dimuat Kantor Berita RMOL pada 21 Juni 2019 langsung memperoleh tanggapan positif dari berbaik pihak.

Antara lain seorang yang sebaiknya tidak saya sebut namanya di tengah suasana yang rawan dilaporkan ke polisi atas berbagai tuduhan yang masuk mau pun tidak masuk akal sehat mendeklarasikan sebuah pernyataan sebagai berikut:

Pernyataan


"Setuju, perlakuan terhadap tahanan politik dan paham keyakinan dibedakan dengan terpidana kriminal lainnya. Setuju, bahwa hukuman seyogyanya berorientasi pada perbaikan perilaku terpidana. Kalau karena membunuh, dipulihkan rasa welas asihnya dengan membantu keluarga korbannya dan merasakan kehilangan. Kalau koruptor, dihukum dengan kerja bakti membantu orang-orang miskin yang berjuang keras untuk menjalani hidupnya. Kalau karena makar, dihukum jadi relawan mengurusi pengungsi akibat perang saudara".

Sampai di situ terkesan bahwa pernyataan sangat positif dan konstruktif menegakkan pilar-pilar keadilan yang selaras dengan kegelisahan Menteri Hukum dan HAM , Dr. Yasonna H. Laoly yang sejak awal jabatan beliau sudah meratapi kepenuh-seksaan lembaga pemasyarakatan yang sudah hyper over capacity akibat hyper over crowded sambil rakus menelan dana rakyat demi membiayai tatalaksana pemenjaraan para terpidana di lapas-lapas yang tersebar di berbagai pelosok nusantara.

Pertanyaan

Sayang tanggapan berupa pernyataan bersifat positif dan konstruktif itu masih dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan bersifat profokatif problematikal tentang falsafah keadilan yang terus terang tidak berani saya jawab agar saya tidak dilaporkan ke Bareskrim atas tuduhan mulai dari hoax sampai ujaran kebencian bahkan makara tau entah apa.

Pertanyaan berbahaya yang diajukan seorang yang tidak saya berani sebut namanya itu adalah sebagai berikut: "Tapi saya sungguh tidak tahu kenapa Vanessa Angel dihukum kurungan padahal dia tidak bertindak jahat, tidak menyakiti orang lain, tidak bersifat politis, tetapi sekedar melakukan bisnisnya berdasar sukarela sang pembeli produk?".

Silakan pihak yang merasa mampu dan berani menjawab atau lebih aman apabila rumput bergoyang mau pun tidak bergoyang yang menjawab pertanyaan berbahaya itu.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Keadilan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya