Berita

Yusril Ihza Mahendra/RMOL

Politik

Kubu Jokowi Hanya Hadirkan 4 Saksi Di Sidang MK

JUMAT, 21 JUNI 2019 | 08:57 WIB

Tim kuasa hukum terkait, Joko Widodo-Maruf Amin hanya menghadirkan sebanyak empat orang saksi yang terdiri dari dua saksi fakta dan dua saksi ahli pada sidang kelima Perselisihan Hasil Pemilihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019.

"Hari ini kita akan mengajukan dua saksi dua ahli. Dan dua-duanya sudah siap dan sudah hadir di MK untuk memberikan keterangan," ujar Ketua kuasa hukum paslon 01, Yusril Ihza Mahendra kepada wartawan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (21/6).

Yusril enggan menyebut dua orang saksi fakta yang akan dihadirkan dalam sidang lanjutan mulai pukul 09.00 WIB ini.


Dia hanya menyebut dua orang ahli sudah hadir dan siap memberikan keterangan di persidangan.

"Saksi ada dua orang, namanya lupa. Dua ahli yang dihadirkan Prof Eddy dari UGM dan Dr Heru Widodo Doktor di hukum Pemilu," ucap Yusril.

Menurut Yusril, pihaknya sengaja tidak menghadirkan banyak saksi pada sidang kelima PHPU Pilpres 2019 ini untuk efisiensi waktu.

"Mungkin saksi yang akan diberikan lebih dulu baru kemudian ahli. Jadi tidak banyak mudah-mudahan sidang berlangsung cepat dan lancar," kata Yusril.

Secara terpisah, hal senada juga diutarakan kuasa hukum paslon 01 yang lain, I Wayan Sudirta terkait efisiensi waktu sidang dan melihat psikologi hakim MK dalam persidangan.

Menurut Sudirta, psikologi hakim yang lelah dapat dibaca oleh seorang pengacara yang berpengalaman.

"Kita harus memahami psikologi hakim sudah lelah. Kalau sudah lelah, bagi pengacara yang berpengalaman nggak akan bawa saksi dan ahli yang bertele-tele. Pasti ahlinya yang kuat. Saksi yang mengetahui persis kejadiannya. Ahli yang pengetahuannnya mumpuni terkenal reputasinya bagus gitu," tutur Sudirta.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya