Berita

Mendagri Tjahjo Kumolo/RMOL

Nusantara

SiLPA Provinsi Masih Triliunan, Mendagri: Ini Bukti Perencanaan Dan Pelaksanaan Tidak Berjalan

RABU, 19 JUNI 2019 | 15:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Provinsi tahun 2018 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi se-Indonesia menunjukkan rapot merah, hal ini terlihat dari besarnya sisa lebih perhitungan anggaran yang dihasilkan.

Melihat hal itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memerintah setiap daerah untuk menggenjot penyerapan APBD.

"Rata-rata SiLPA provinsi kita masih triliunan, hampir Rp 20 triliun untuk seluruh provinsi," kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (19/6).


Berdasarkan laporan hasil evauasi hasil evaluasi pelaksanaan APBD tahun 2018 terdapat SiLPA yang cukup besar sebagai berikut:

DKI Jakarta Rp. 12.171.689.204.491,00; Jawa Barat Rp. 2.250.000.000.000,00; Aceh Rp. 1.652.595.332.255,00; Jawa Timur Rp. 1.526.174.869.217,00
Jawa Tengah Rp. 686.759.423.000,00; Bali Rp. 510.757.121.691,00; Sumatera Utara Rp. 500.000.000.000,00; Sumatera Barat Rp. 486.422.448.521,72
Riau Rp. 68.313.634.620,20.

Lampung Rp. 93.706.929.856,27; DI Yogyakarta Rp. 465.119.895.321,23; Kalimantan Tengah Rp. 202.234.441.150,72; Sulawesi Barat Rp. 130.214.583.519,09; Sulawesi Tengah Rp. 367.635.953.127,04; dan Papua Rp. 888.119.740.276,61.

SiLPA adalah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, yaitu selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran selama satu periode anggaran. Jika SiLPA suatu wilayah menunjukkan angka 0 (nol) maka menunjukkan penyerapan anggaran 100 persen.

Dilansir dari laman Setkab, Tjaho telah meminta pemerintah daerah melakukan penyerapan dan merealisasikan APBD dengan tepat. Hal itu dimaksudkan agar penyerapan anggaran dan belanja program dilakukan secara efektif dan efisien.

Dia menilai agak aneh karena menghabiskan anggaran bagi pemerintah daerah masih terlalu sulit.

"Ini menunjukan bahwa perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan program tidak berjalan dengan baik. Ini tolong dicermati," ujar Tjahjo.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya