Berita

Foto: RMOL TV

Hukum

SENGKETA PILPRES

Termohon KPU Tolak Gugatan Versi Perbaikan Prabowo-Sandi

SELASA, 18 JUNI 2019 | 10:25 WIB | LAPORAN:

Pihak termohon, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak hasil perbaikan materi sengketa Pilpres 2019 yang telah dibacakan Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada sidang pendahuluan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6) pekan lalu.

"Jawaban termohon dimaksud tetap dalam koridor sikap termohon yang menolak perbaikan permohonan pemohonan," ujar Ketua Tim Kuasa Hukum KPU, Ali Nurdin dalam sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019 di ruang sidang lantai 2 gedung MK, Jakarta, Selasa (18/6).

Ali menegaskan, penolakan terhadap perbaikan gugatan kubu Prabowo-Sandi karena merujuk pada PMK nomor 5 tahun 2018 dan PMK Nomor 2 tahun 2019 tentang Tahapan, Kegiatan, dan Jadwal Penanganan Perkara Hasil Pemilihan Umum.


Menurut ketentuan tersebut, perbaikan permohonan sengketa hasil Pilpres tidak diatur.

Meski demikian, KPU tetap menyampaikan jawaban sebagai entuk perhormatan terhadap MK serta bentuk pertanggungjawaban publik atas penyelenggaraan Pilpres. Sekaligus menggunakan hak jawab termohon atas tuduhan pemohon yang disampaikan secara terbuka pada sidang tanggal 14 Juni 2019.


"Dalam perbaikan pemohon yang dibacakan pada 14 Juni 2019, memiliki perbedaan mendasar pada posita dan petitum sehingga dapat dikualifikasikan sebagai permohonan baru," tuturnya.

KPU selaku termohon menyiapkan dokumen jawaban setebal 300 halaman.

Sidang pendahuluan sengkeyta Pilpres pekan lalu, Prabowo-Sandi membacakan gugatan hasil perbaikan. Padahal majelis hakim meminta dibacakan gugatan awal yang diajukan pada 24 Mei 2019.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya