Berita

Taufiqurrahman/Net

Politik

Fraksi Demokrat DKI: Wacana KLB Jadi Ajang Politisi Tua Untuk Cari Perhatian

SABTU, 15 JUNI 2019 | 18:29 WIB | LAPORAN:

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diusulkan oleh senior partai yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) yang digalang oleh Max Sopacua mendapat tanggapan keras dari Ketua Fraksi Demokrat-PAN DKI Jakarta, Taufiqurrahman.

Taufiq mengatakan, wacana KLB menjadi ajang para senior partai berlambang mercy ini untuk cari perhatian. Oleh karenanya ia menyebut wacana itu tidak perlu disikapi serius.

"Enggak ada itu cuma ini saja orang-orang tua yang lagi cari perhatian. Cari perhatian gimana sih, orang tua mungkin kan tenaga sudah berkurang, energi sudah berkurang, tapi masih pengen kelihatan eksis, bikinlah begitu-brgituan (Wacana KLB)," tandasnya kepada Kantor Berita RMOL, Sabtu (15/6) sore.


Taufiq menilai wacana ini bisa meredupkan potensi politisi muda yang saat ini sedang naik daun, seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga putra dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat.

"Ya hari ini kan yang lebih banyak tampil itu kan anak-anak muda. Generasi mudanya nih termasuk juga Demokrat punya AHY, jadi kalau menurut saya ini orang-orang yang lagi cari perhatian sama AHY," tutup Taufiq.

Sebelumnya, GMPPD yang dimotori politikus senior Max Sopacua melayangkan kritik tajam kepada kepengurusan Demokrat saat ini. Mereka menegaskan, Demokrat saat ini harus diselamatkan agar kembali kepada fitrah dan kejayaannya.

"Untuk itu kami menetapkan momentum puncak GMPPD dengan menyiapkan, mendorong dan melaksanakan suksesnya Kongres Luar Biasa (KLB) selambatnya pada 9 September 2019, mengingat telah berakhirnya Pemilu 2019 dan memasuki masa Pilkada 2020. Demi mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di 2024, demi untuk masa depan terbaik Indonesia," tegas Max.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya