Berita

Foto: RMOL

Hukum

KontraS: Keterangan Pers Polri-TNI Tidak Jawab Simpang Siur Tragedi 21-22 Mei

RABU, 12 JUNI 2019 | 10:57 WIB | LAPORAN:

Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) akan menanggapi keterangan pers Polri dan TNI tentang perkembangan kerusuhan 21-22 Mei lalu, siang nanti (Selasa, 12/6).

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Yati Andriyani menjelaskan, keterangan yang  disampaikan Polri dan TNI, kemarin (Selasa, 11/6) tidaklah menjawab pertanyaan publik atas apa yang sebenarnya terjadi.

"Di antaranya beberapa hal yang berkenaan dengan pengungkapan dan penanganan meninggalnya delapan orang, kekerasan dan dugaan penyiksaan, penanganan terhadap orang dan atau anak-anak yang ditangkap dan ditahan, kejelasan siapa dalang yang dimaksud," paparnya.


Tanggapan lebih detailnya akan disampaikan mulai pukul 14.00 WIB nanti di kantor KontraS, Jalan Kramat 2 nomor 7, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.

Dalam konferensi persnya, kepolisian menyebut, massa perusuh bukan hanya memprovokasi aparat dan merusak fasilitas umum.
"Bahkan melukai dan mungkin menghilangkan nyawa petugas," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal di Kemenko Polhukam, Selasa (11/6).

Dengan tegas, Iqbal menyampaikan bahwa para petugas tidak dilengkapi dengan peluru tajam. Selain itu, sekitar 300 massa menyerang asrama polisi Petamburan, Jakarta Barat.

Iqbal juga memutar ulang video kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 di sejumlah titik. Di antaranya di depan Bawaslu, Petamburan Tanah Abang, dan Slipi.

Menurut Iqbal, dalam kerusuhan tersebut para perusuh sudah menyiapkan senjata tajam dan mematikan, seperti parang, mercon roket, bom molotov, dan klewang.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya