Berita

Habil Marati/Net

Hukum

Mengenal Habil Marati, Orang Yang Disebut Jadi Pemodal Uang Senjata Kivlan Zen

RABU, 12 JUNI 2019 | 02:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Polri telah merilis satu tersangka kerusuhan aksi 21-22 Mei yang diduga sebagai penyandang dana untuk rencana pembunuhan empat pejabat negara dan satu pimpinan lembaga survei swasta.

Adalah Habil Marati atau HM. Dalam keterangan Polri, Habil memberikan uang sebesar 15 ribu dolar Singapura atau setara Rp 150 juta yang diterima oleh Kivlan Zen untuk didistribusikan kepada para eksekutor.

Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri, Kombes Daddy Hartadi menguraikan bahwa pemberian uang Habil itu diperuntukkan untuk membeli senjata api.


"Tersangka HM berperan memberikan uang. Uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM, maksud dan tujuannya adalah untuk pembelian senjata api," kata Kombes Daddy Hartadi di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).

Lalu, siapakah sebenarnya sosok Habil Marati?

Habil Marati adalah pria kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara 7 November 1962 silam. Di bidang pendidikan, ia tercatat sebagai lulusan Sarjana Syariah IAIN Sumut tahun 1982. Habil kemudian melanjutkan pendidikan di Magister Manajemen Universitas Sumut tahun 2003.

Berdasarkan rekam jejak, Habil Marati pernah berkecimpung di berbegai bidang, mulai dari politisi partai, anggota dewan di Senayan, hingga di bidang olahraga sepak bola.

Habil tercatat pernah menjabat sebagai manajer tim nasional sepak bola dalam ajang Piala AFF 2012 silam. Kala itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) masih dipimpin oleh Djohar Arifin Husin.

Karir sebagai manajer timnas berakhir saat timnas Indonesia terhempas pada penyisihan grup Piala AFF 2012. Usai meletakkan jabatannya, Habil kemudian diprcaya kembali ikut andil mengurusi timnas dalam struktural Badan Tim Nasional (BTN).

Namun karirnya di bidang olahraga harus berakhir usai adanya konflik pengangkatan Ketua BTN, La Nyalla Mattalitti oleh Komite Eksekutif (Exco) yang kemudian mengantarkan La Nyallas menjadi Ketua PSSI.

Di kancah perpolitikan, Habil Marati tercatat sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto jauh sebelum Pilpres 2019.

Habil juga masuk dalam daftar calon legislatif di Pemilu 2019 dengan kendaraan politik yang masih sama, PPP. Mantan anggota Komisi XI DPR dari fraksi PPP ini kembali nyaleg DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara.

Habil juga dikenal sebagai sosok pengusaha. Beberapa kali ia menempati posisi direktur di sejumlah perusahaan. Beberapa di antaranya adalah sebagai Dirut PT Batavindo Kridanusa (1994), Dirut PT Galaxy Pasific Evalindo (1997), Dirut PT Makassar Perrosal Global (1997), Dirut PT Satomer Asri Fiberindo (1997), Dirut PT Agra Post Lava (2000), dan Dirut PT Industry Kakao Utama (2000).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya