Berita

Dradjad Wibowo/Net

Politik

Pembubaran Koalisi Butuh Proses, Tidak Bisa Hanya Lewat Postingan Twitter

SENIN, 10 JUNI 2019 | 06:07 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pembubaran koalisi partai pendukung pada Pilpres 2019 harus dibahas bersama oleh semua partai politik pengusung capres dan cawapres, tidak bisa hanya sekadar kagetan.

Menurut Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo melanjutkan atau tidak koalisi Prabowo-Sandi harus dibahas bersama dengan seluruh anggota partai pengusung.

"Koalisi itu bukan keputusan 1-2 orang. Itu keputusan bersama. Jadi soal koalisi Prabowo-Sandi akan jalan terus atau tidak, etikanya ya harus dibahas bersama oleh semua parpol yang terlibat. Tentu membahasnya bersama Prabowo dan Sandi sebagai pimpinan koalisi, serta tokoh-tokoh kunci parpol koalisi seperti Pak Amien, Pak Salim Segaf Al-Jufri, maupun pimpinan Berkarya seperti Mbak Titiek," ucap Dradjad Wibowo kepada Kantor Berita RMOL, Minggu (9/6).


"Beliau-beliau pun saya yakin tidak akan memutuskan sendiri. Saya yakin beliau-beliau akan melibatkan tokoh-tokoh kunci Non-Parpol seperti Habib Rizieq, para ulama dan Habaib," lanjutnya.

Sehingga menurut Dradjad, koalisi tidak bisa dibubarkan begitu saja apalagi hanya dengan sebuah cuitan di akun twitter.

"Kenapa demikian? Karena berkoalisi itu ada proses sangat panjang yang dijalani bersama-sama. Banyak suka dan duka. Selain itu, faktor persahabatan pribadi dan kesamaan visi juga kental pengaruhnya. Jadi tidak bisa bubar begitu saja, apalagi hanya dengan 'cuitan'. Di seluruh dunia, koalisi parpol ya memang seperti itu. Ada proses yang panjang," jelasnya.

Meski demikian, Dradjad mengaku belum bisa menilai apakah anjuran untuk membubarkan koalisi sikap resmi dari Partai Demokrat atau hanya sikap pribadi dari Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik.

"Saya tidak tahu apakah itu sikap resmi PD (Partai Demokrat) atau hanya cuitan mas RN (Rachland Nashidik). Jika mas RN hendak mengajak PD tidak berkoalisi kemana-mana, atau PD hendak keluar dari koalisi Prabowo-Sandi, tentu kita hormati pilihan tersebut," tandasnya.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya