Berita

Syukur Iwantoro/RMOL

Program KRPL dan BEKERJA Kementan Dapat Apresiasi FAO

JUMAT, 31 MEI 2019 | 11:48 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Keberhasilan Indonesia mengembangkan program pertanian keluarga dalam basis ketahanan pangan masyarakat mendapat apresiasi yang tinggi dari ratusan perwakilan negara anggota Food and Agriculture Organization (FAO) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera (BEKERJA) yang dibentuk oleh Kementerian Pertanian dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mendukung era pengembangan pertanian keluarga.

“Direktur Jenderal FAO, Jose Graziano da Silva, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Indonesia, sebagai salah satu dari 24 negara anggota Internasional Steering Committee yang secara aktif mendukung pelaksanaan Dekade Pertanian Keluarga ini,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro yang menghadiri pertemuan Pertanian Keluarga PBB 2019-2028 di Kantor Pusat FAO, Roma, Italia beberapa waktu lalu.


Tak hanya itu, kata Syukur, keseriusan Indonesia memajukan pertanian keluarga ditunjukkan dengan cara menginisiasi pertemuan Regional Conference untuk wilayah Asia Tenggara bulan April 2019 lalu di Jakarta.

Syukur menjelaskankan bahwa selain dua program diatas, fokus pemerintah Indonesia yang konsisten mengajak peran anak muda mengembangkan sektor pertanian juga mendapat apresiasi yang tinggi dari FAO.

Bahkan, lanjutnya, program KRPL yang dijalankan sejak tahun 2010 lalu dinilai telah memberikan berbagai dampak positif bagi keluarga petani di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Syukur dihadapan para panelis yang terdiri dari Menteri Pertanian dan Kehutanan Angola, Menteri Pertanian dan Peternakan Costa Rica, dan Menteri Pertanian, Perikanan dan Pedesaan Sao Tome dan Principe.

“Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan tanam terbukti telah berhasil mengubah pola pengeluaran dan konsumsi pangan rumah tangga. Pola diet masyarakat mengalami peningkatan dan prevalansi stunting menjadi 30,8% pada 2018, angka ini turun dibandingkan tahun 2013 sebesar 37,2%” papar Syukur.

Sedangkan Program #BEKERJA, lanjut Syukur telah memberikan pilihan mata pencaharian yang lebih baik dan memastikan pencapaian inklusif sosial ekonomi, ketahanan, dan kesejahteraan petani keluarga.

“Program ini diluncurkan pada tahun 2018, selama dua tahun, program ini telah memberikan manfaat lebih dari setengah juta rumah tangga miskin di Indonesia” beber Syukur.

Tidak hanya fokus membangun ketahanan pangan, lewat program pemanfaat lahan perkarangan dan pengentasan kemiskinan, Pemerintah Indonesia ungkap Syukur, juga tengah konsentrasi membangun Generasi Milenial sebagai sumber daya pertanian yang kompetitif dan berdaya saing. Kementan telah mengembangkan berbagai program untuk menciptakan agripreneur muda yang sukses, salah satunya dengan sarana pendidikan pertanian baik formal maupun informal.

“Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), kelompok Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), dan proyek YESS yang merupakan kerja sama dengan IFAD, merupakan program untuk generasi muda untuk ikut membangun pertanian Indonesia. Dalam penerapan strateginya, digital agriculture juga dipromosikan untuk menarik generasi milenial ke sektor pertanian” tandas Syukur.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya