Berita

Dubes Zainal Abidin Bakar (tengah) didampingi Ketua Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) Asro Kamal Rokan (kanan) dan mantan Dubes RI di Kanada, Teuku Faizasyah/Istimewa

Dunia

Ini 5 Action Plan Dubes Zainal Abidin Bakar

KAMIS, 30 MEI 2019 | 00:26 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Baru dua hari lalu Dutabesar Zainal Abidin Bakar tiba di Jakarta. Dirinya bahkan belum menyerahkan surat-surat kepercayaan atau credential letters kepada Presiden Joko Widodo.

Walau belum secara resmi bertugas sebagai Dutabesar Kerajaan Malaysia untuk Republik Indonesia, mantan Dubes Malaysia di Spanyol tampaknya tak mau membuang waktu sedikitpun.

Menyadari bahwa pekerjaan besar meningkatkan hubungan baik kedua negara harus dimulai sejak awal, Rabu malam (29/5), Dubes Zainal Abidin Bakar menggelar buka puasa bersama sejumlah pimpinan media massa nasional di Kedubes Malaysia di Jalan HR Rasuna Said.


“Hubungan Malaysia dan Indonesia, saya ibaratkan sungguh romantis. Ada pasang, ada surutnya. Ada suka, ada dukanya. Ada tawa, ada tangisnya,” ujar Dubes Zainal Abidin Bakar membuka sambutannya.

“Tidak ada kusut yang tidak selesai, tidak ada keruh yang tidak jernih,” sambungnya mengutip kata-kata ulama legendaris Buya Hamka sambil menambahkan hubungan baik kedua negara di bangun di atas pondasi sejarah dan kesamaan budaya.

Dubes Zainal Abidin Bakar menggunakan kesempatan yang baik tersebut untuk menyampaikan rencana kerja yang akan dilakukannya selama bertugas di Jakarta.

Secara umum ada lima hal yang menjadi fokus sang Dubes.

Pertama, memperat hubungan pemimpin kedua negara, khususnya Tun Mahathir Mohamad dan Presiden Joko Widodo.

“Hubungan strategis antara kedua pemimpin ini akan kita lanjutkan walau siapapun yang berada di posisi kepemimpinan kedua negara kita,” ujarnya.

Kedua, sambungnya, meningkatkan kualitas hubungan kerjasama kedua pemerintahan, termasuk di dalamnya menambah area kerjasama demi meningkatkan taraf kehidupan sosial rakyat kedua negara.

“Hubungan kita tidak seharusnya stagnan, tetapi sentiasa mengalami perubahan ke arah kebaikan,” ujarnya lagi.

Fokus ketiga adalah meningkatkan kerjasama militer dan keamanan untuk menghadapi beragam persoalan yang semakin pelik di kawasan, mulai dari terorisme hingga perdagangan narkoba.

Indonesia dan Malaysia yang berbatasan langsung di perairan dan daratan sama-sama bertanggung jawab untuk memastikan upaya memerangi kejahatan lintas negara ini dilakukan bersama-sama.

Adapun fokus kerja keempat terkait dengan situasi perang dagang yang terjadi di antara raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat dan Republik Rakyat China.

Sudah sepatutnya dalam situasi ini, hubungan perdagangan dan bisnis kedua negara ditingkatkan terutama pada sektor-sektor strategis.

“Sedang dunia menghadapi perang dagang, Malaysia dan Indonesia harus mencari jalan penyelesaian bersama,” sambungnya sambil menambahkan hambatan perdagangan bilateral yang selama ini ada harus diatasi dan dikurangi.

Dubes Zainal Abidin Bakar juga menyebut kasus boikot terhadap produk sawit yang dilakukan oleh pihak tertentu. Malaysia dan Indonesia yang merupakan dua produsen utama sawit di dunia harus melakukan upaya  yang jelas, sistematik dan terkoordinasi dengan baik.

Terakhir, adalah upaya membangun hubungan baik dan positif di antara masyarakat kedua negara.

“Hubungan ini paling sulit untuk dijaga di antara 264 juta penduduk Indonesia dan 32 juta penduduk Malaysia. Dengan wujudnya media sosial, mereka lebih mudah berinteraksi sesama mereka. Mudah juga terpancing emosi dengan perkara-perkara yang kecil,” urainya.

Dalam hal inilah peran media massa sangat dibutuhkan untuk menghentikan kabar bohong dan ujaran kebencian.

“Marilah kita bersama-sama mengangkat dan menyoroti success stories hasil persahabatan kita yang telah berlangsung cukup lama,” demikian Dubes Zainal Abidin Bakar.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya