Berita

Joko Widodo/Net

Politik

JIMI: Jokowi Mundurlah

SENIN, 27 MEI 2019 | 10:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Insiden 21 dan 22 Mei 2019 yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari anak bangsa bukanlah perkara ringan. Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) mendesak Joko Widodo sebagai kepala negara mundur karena gagal mengatasi aksi protes dengan damai.

"Aksi protes terhadap pilpres merupakan bukti kegagalan Jokowi dalam pelaksanaan pilpres meski KPU sebagai pelaksana teknisnya," kata Ketua Bidang Sosial Politik JIMI, Muammar, Senin (27/5).

Pilpres tidak seburuk sekarang. Saat SBY menjabat presidennya, tidak ada aksi protes dari rakyat apalagi korban jiwa dari rakyat. Angka meninggal petugas di TPS juga meningkat dibandingkan pemilu 2014.


"Pemilu serentak merupakan hasil kompromi pemerintah dan DPR, kedua lembaga ini (eksekutif dan legislatif) punya andil atas jatuhnya korban," ujar Muammar.

Terkait aksi 21-22 Mei, JIMI menilai hal terjadi sebagai akumulasi kegagalan Jokowi memimpin Indonesia, bukan hanya soal pilpres namun hal lainnya. Jokowi pernah janji akan membuka kasus pelanggaran di masa lalu tapi faktanya pelanggar HAM malah dijadikan menteri, aneh jadinya, inkonsisten dan cenderung munafik.

Ditambahkan, pembatasan penggunaan sosial media serta penangkapan aktivis yang kritik pemerintah merupakan ciri pemerintahan tiran.

"Jangan-jangan demokrasi kita merupakan demokrasi rasa tiran. Karenanya, Jokowi mundurlah, anda akan dikenang sebagai pemimpin demokrastis bila mendengar aspirasi rakyat untuk mundur. Contohlah Soeharto yang ikhlas mundur meski kekuasaannya melebihi anda hari ini," ucap Muammar.

Jelas dia, jangan korbankan negeri ini demi ambisi pribadi, jangan menunggu rakyat bersama mahasiswa bangkit lagi. Jangan menunggu korban jiwa terus berjatuhan, belum lagi ekonomi akan semakin terpuruk bila aksi kekerasan terus dilanjutkan saat rakyat menyampaikan kehendak. Negara ini dibangun dengan damai, dengan intelektualitas, bukan dengan kekerasan.

"JIMI ingatkan kepada Jokowi bahwa pemerintahan tiran sehebat apapun pada akhirnya akan jatuh memalukan. Jokowi mundurlah, jadikan diri anda sebagai patriot bangsa, negarawan yang siap mundur demi kemaslahatan rakyat Indonesia. Jangan menunggu gerakan massif rakyat yang akan berhadapan dengan TNI-Polri dan korban berjatuhan," demikian Muammar.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Perkuat Inovasi, Anak Usaha Pertamina Sabet Penghargaan CCSEA Enam Kali

Sabtu, 23 Mei 2026 | 00:19

Tio Aliansyah Diadukan ke DKPP Gegara Ikut Helikopter Bareng Anggota KPU

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:55

Legislator Kebon Sirih Ingin jadi Batman Benahi Gotham City

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:35

173 Bandit Jalanan di Jadetabek Sukses Diringkus Polisi

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:15

Kejagung Didesak Bongkar Pihak Terkait Bos Tambang di Kalbar Tersangka Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:53

Tata Kelola RSUD dr Soedarso Disorot, Utang Pengadaan Obat Tembus Rp29 Miliar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:49

Energy AdSport Challenge Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:47

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Komisioner Pertamina: Perempuan Jangan Takut Masuk Dunia STEM

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:15

Fraksi PKB Bakal Panggil Kapolda dan Kajati Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:12

Selengkapnya