Berita

Kerusuhan saat aksi 22 Mei/RMOL

Politik

Soal Aksi 22 Mei, Pemerintah Diingatkan Ekstra Hati-hati Hadapi Gugatan Di Mahkamah Internasional

MINGGU, 26 MEI 2019 | 21:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Agenda Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) yang hendak membawa kasus tewasnya sejumlah demonstran dalam aksi 21-22 Mei 2019 di Jakarta ke Mahkamah Internasional (MI) di Den Haag, Belanda harus benar-benar diwaspadai. Disinyalir ada misi terselubung dari agenda itu.

Oleh sebab itu, pendiri Hadiekuntono’s Institute (Research, Intelligent, Spiritual) Suhendra Hadikuntono mengingatkan pemerintah agar ekstra hati-hati dalam menyikapinya. Dia pun menyatakan siap membantu pemerintah menyiapkan ahli hukum internasional.

Suhendra menyebutkan, Hadiekuntono Institute merupakan rumahnya pakar hukum internasional. Beberapa mantan Hakim Agung disebutkannya telah menghubunginya untuk bisa membantu.


"Jujur saja, kualitas beberapa ahli hukum internasional kita masih low grade sehingga kita terpaksa beberapa kali kalah di Mahkamah Internasional. Contoh, hilangnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia. Sebab itu, pemerintah harus ekstra hati-hati, jangan-jangan MER-C punya agenda terselubung. Bila pemerintah memerlukan, kami siap bantu dengan ahli hukum internasional yang terbaik, silakan dicek track records mereka," tuturnya, Minggu (26/5).

MER-C sebelumnya mengklaim menemukan peluru tajam terkait aksi 21-22 Mei 2019 di Jakarta. Peluru tajam itu disebut ditembakkan ke korban. MER-C mengaku akan membawa kasus ini ke MI di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Di pihak lain, pemerintah dan Polri sejak awal menyatakan aparat keamanannya tidak dibekali peluru tajam, tetapi hanya peluru karet, pentungan dan gas air mata untuk membubarkan para demonstran.

Melihat rekam jejak MER-C, Suhendra mengaku tidak heran bila mereka ingin membawa perkara ini ke MI. Mereka percaya diri karena sudah pernah melakukan hal yang sama dan menang saat 'menggugat' Israel pada tragedi penyerangan Kapal Max Marvara yang membawa bantuan kemanusian ke Palestina. MER-C menang, Israel kalah dan menerima sanksi internasional.

"Kita harus waspada, jangan-jangan MER-C ini berkamuflase dan hendak mengail di air keruh. Jika Israel saja kalah, bagaimana Indonesia?" tanyanya.

Mengapa dirinya terpanggil membantu pemerintah, Suhendra mengaku semua itu demi kecintaannya kepada NKRI. Sembari dia khawatir bila kasus ini dibawa ke MI maka akan ada intervensi dari PBB maupun negara-negara lain yang selama ini kurang bersahabat dengan Indonesia.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya