Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Nurani Kemanusiaan Ping Pong

KAMIS, 23 MEI 2019 | 08:30 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DEMI menghibur kesedihan yang menyelinap ke lubuk sanubari saya akibat awan kelabu kekerasan lahir-batin yang kelam merundung kehidupan umat manusia, mahaguru kemanusiaan saya, Sandyawan Sumardi berbagi sebuah kisah tentang Ping Pong yang dielu-elukan sebagai pahlawan kemanusiaan.

Ban Nong Kham


BBC News 19 Mei 2019 memberitakan seorang petani bernama Usa Nisaikha di desa Ban Nong Kham, Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand memiliki seekor anjing yang satu kakinya tidak berfungsi akibat ditabrak mobil. Anjing itu diberi nama Ping Pong.


Pada suatu hari Usa mendengar Ping Pong sibuk menggonggong-gonggong di kebun singkong, maka Usa menghampiri Ping Pong untuk memeriksa apa yang diributkan oleh anjing berkaki tiga itu.

Ternyata Ping Pong sambil terus menerus menggonggong juga sibuk menggali setumpukan tanah di kebun singkong dengan tiga kakinya. Di tanah yang sibuk digali Ping Pong itu lambat laun tampak sebuah kaki kecil manusia, maka cepat-cepat Usa membantu Ping Pong menggali dan akhirnya berhasil dari tumbukan tanah itu mengeluarkan seorang bayi manusia berjenis kelamin lelaki dalam kondisi lemas maka  cepat-cepat dibawa ke puskesmas terdekat.

Remaja

Syukur alhamdullilah, nyawa sang bayi terselamatkan. Tak lama kemudian seorang remaja usia 15 tahun melaporkan diri ke polisi sebagai pelaku penguburan sang bayi di kebun singkong.

Remaja ini mengaku mengubur bayinya setelah melahirkannya tanpa bantuan siapapun. Dia takut reaksi orang tuanya yang tidak mengetahui dirinya hamil.

Polisi mengatakan bayi itu bisa diselamatkan berkat bau tubuh sang bayi dapat dicium oleh Ping Pong karena tanah yang digali untuk menguburkan bayi itu tidak dalam.

Pahlawan Kemanusiaan


Kemudian polisi menangkap sang ibu atas tuduhan pengabaian dan pembunuhan  anak. Sementara Ping Pong yang berkaki tiga dielu-elukan segenap warga desa sebagai pahlawan kemanusiaan.

Namun tampaknya Ping Pong tidak peduli gelar yang dianugrahkan kepada dirinya sebab lebih peduli untuk setia melanjutkan tugasnya sebagai penjaga kambing dan sapi milik Usa yang berkeliaran di kebun singkong.

Tampaknya ketimbang beberapa manusia, nurani Ping Pong lebih menghayati makna luhur yang terkandung di dalam sila Kemanusiaan Adil dan Beradab.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya